Hadapi Omicron, Menkes Target RI Bisa Produksi Molnupiravir dan Paxlovid Dalam Negeri
Nasional

Sebelumnya, BPOM telah memberikan izin penggunaan Molnupiravir untuk pengobatan COVID-19. Kini Indonesia didorong untuk bisa memproduksi obat itu sendiri

WowKeren - Pemerintah mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi gelombang COVID-19 akibat varian Omicron. Selain memulai program vaksinasi booster, Badan Pegawai Obat dan Makanan (BPOM) juga telah merestui penggunaan obat COVID-19 dengan merek Molnupiravir.

Kementerian Kesehatan mengaku telah mengamankan 400 ribu tablet Molnupiravir yang disiapkan oleh PT Amarox. Bahkan senada dengan BPOM, Kemenkes juga mengungkap rencana PT Amarox memproduksi sendiri Molnupiravir, meski perkiraan bulan yang disampaikan berbeda.

"PT Amarox juga akan memproduksi sendiri molnupiravir yang rencananya akan dimulai April atau Mei 2022," demikian kutipan informasi dari laman resmi Kemenkes, dilansir pada Jumat (14/1). Sementara sebelumnya, BPOM menyebut PT Amarox direncanakan siap memproduksi awal Maret 2022.

"Surat persetujuan penggunaan fasilitas produksi kapsul nonbetalaktam telah diterbitkan pada 3 Januari 2022, dan setelah persyaratan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dapat dipenuhi oleh industri maka produksi lokal direncanakan siap diproduksi pada awal Maret 2022," terang Kepala BPOM Penny Lukito.


Namun bukan hanya Molnupiravir, Menkes Budi Gunadi Sadikin juga mendorong PT Amarox untuk bisa memproduksi obat COVID-19 lain, yakni Paxlovid, untuk menghadapi gelombang pandemi berikutnya.

"Beberapa varian obat yang pasti kita butuhkan adalah obat-obat anti virus seperti favipiravir dan juga molnupiravir. Kalau kita bisa dengan segera mendapat akses ke obat-obat tersebut akan sangat membantu untuk penanganan COVID-19 ini," kata Budi Gunadi setelah peresmian PT Amarox Pharma Global di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Selanjutnya, Indonesia diharap bisa memproduksi sendiri obat-obatan COVID-19 tersebut lantaran belajar dari kesulitan logistik pengiriman yang dialami di gelombang-gelombang sebelumnya. "Ini jadi penting sekali kalau kita bisa memproduksi obat dalam negeri dan manufacturing-nya juga dibangun di sini," tutur Budi Gunadi.

"Diharapkan bahwa semua produk-produk yang kritikal bagi bangsa kita itu diproduksi di dalam negeri," sambungnya. "Dan kita akan memastikan bahwa banyak perusahaan obat dan alat kesehatan di Indonesia sehingga kalau ada pandemi selanjutnya kita tidak bergantung kepada negara lain."

(wk/elva)


You can share this post!

Related Posts