Kondisi 5 WNI Belum Diketahui, Tonga Diperkirakan Makin Lama 'Terisolasi' dari Dunia Luar
Pixabay/Wikilmages
Nasional

Kemenlu masih belum bisa memastikan kondisi 5 WNI yang saat ini berada di Tonga pasca terputusnya komunikasi dengan dunia luar. Bahkan upaya perbaikan diperkirakan akan makan waktu lebih lama.

WowKeren - Letusan gunung berapi Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai pada Sabtu (15/1) juga menyebabkan komunikasi Tonga dengan dunia luar terputus. Pasalnya, kabel komunikasi bawah laut juga ikut putus akibat letusan gunung berapi tersebut. Termasuk komunikasi dengan WNI yang ada di tinggal di Tonga.

Kementerian Luar Negeri belum bisa memastikan kabar lima warga negara Indonesia (WNI) di Tonga, pasca letusan gunung Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai yang juga mengakibatkan Tsunami tersebut. Kelima warga negara Indonesia itu diketahui tinggal di Nuku'alofa.

"Hingga saat ini, komunikasi masih terputus dengan para WNI tersebut. Terdapat 5 WNI di Tonga saat kejadian. Kelima WNI tersebut diketahui tinggal di Nuku’alofa,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu, Judha Nugraha, Senin (17/1) dilansir dari Kompas.com.

Sementara itu, waktu untuk memperbaiki kabel komunikasi bawah laut yang putus diperkirakan mencapai 2 minggu. Hal itu diungkap oleh pihak Southern Cross Cable Network, Dean Veverka. Selama perbaikan, warga yang tinggal di Tonga pun terancam harus terisolasi dari komunikasi dengan dunia luar.


Peneliti pun mengatakan hal serupa. Para ahli menyebut mungkin akan makan waktu untuk memperbaiki saluran telepon komunikasi internasional Tonga dan internet.

"Orang-orang di Tonga saat ini tidak dapat mengomunikasikan kebutuhan mereka atau menghubungi orang yang mereka cintai di luar negeri, menambah lapisan kesulitan lain bagi banyak orang," ujar Amanda Watson, seorang peneliti di Departemen Urusan Pasifik Universitas Nasional Australia, mengutip Al Jazeera.

"Satu-satunya koneksi kabel internet bawah laut negara itu ke Fiji tidak dapat dioperasikan. Pada 2019, Tonga tidak memiliki layanan internet ketika kabel bawah laut yang sama rusak. Butuh sekitar dua minggu untuk memperbaikinya, dan perbaikannya mungkin memakan waktu yang sama pada kesempatan ini," pungkasnya.

Meski begitu, kemungkinan perbaikan kabel komunikasi akan memakan waktu lebih lama juga muncul. Pada Senin malam, TV Selandia Baru mengatakan pengamatan kabel bawah laut menunjukkan ada dua yang putus di dalamnya. Di mana salah satunya terletak dekat dengan gunung berapi.

Hal itu kemungkinan membuat risiko perbaikan kabel menjadi lebih lama. Pasalnya, jika letusan kembali terjadi, kabel komunikasi bawah laut itu bisa jadi kembali mengalami kerusakan. Atau jika kabel ditemukan terkubur di dasar laut.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts