Kontroversi Warna Kulit di 'Single's Inferno' Jadi Perhatian, Begini Kata Pihak Netflix
Instagram/singlesinferno_tv
TV
Demam Single Inferno

Pada Rabu (19/1), petinggi Netflix Korea menanggapi kontroversi warna kulit di program 'Single's Inferno' yang jadi perhatian pemirsa internasional. Berikut penuturan lengkapnya.

WowKeren - Baru-baru ini acara hiburan Netflix Korea "Single's Inferno" dikritik oleh sejumlah pemirsa luar negeri. Pasalnya, peserta pria dalam program kencan itu mengatakan, "Dia terlihat sangat putih dan murni", sambil melihat kulit pemeran wanita.

Kontestan pria lain yang bernama Choi Shi Hun juga menjelaskan betapa dia menyukai Shin Ji Yeon. Namun ketika menjelaskannya, dia berbagi tipenya dengan mengatakan, "Aku suka orang yang memiliki kulit terang." Yang lain menambahkan, "Aku suka Ji Yeon. Kulitnya sangat cerah."

Pernyataan yang didasarkan pada supremasi kulit putih ini akhirnya menjadi kontroversi. Banyak pemirsa luar negeri yang mengungkapkan kekecewaannya karena mereka menggunakan "kulit putih" sebagai standar kecantikan Korea.

Kontroversi ini akhirnya ditanggapi oleh General Vice President (VP) konten Netflix untuk Korea, Kang Dong Han, dalam sesi tanya jawab yang diadakan pada Rabu (19/1). Dalam kesempatan tersebut, petinggi Netflix ini menyatakan bahwa pihaknya menganggap masalah tersebut sebagai kesempatan untuk belajar.


VP Kang Dong Han berkata, "Sebenarnya, ada banyak kekhawatiran seperti ini. Jika Anda memikirkannya, belum lama sejak Netflix mulai streaming di seluruh dunia. Dalam prosesnya, ada hal-hal baru yang terjadi setiap hari, terutama dalam hal budaya."

Dia melanjutkan, "(Hal yang dianggap) tidak masalah di Korea, belum tentu baik-baik saja di negara lain. Terkadang tidak apa-apa di negara lain, tapi itu tidak baik-baik saja di Korea. Bagian ini dianggap sangat penting dan serius."

"Kami sering menerjemahkan (konten) sendiri, tapi kami juga berkolaborasi dengan mitra pihak ketiga di banyak bagian. Setiap kasus adalah kesempatan untuk berkembang, jadi kami belajar dengan sikap rendah hati," pungkasnya.

Sementara itu, "Single's Inferno" mengikuti sekelompok orang Korea lajang yang semuanya mencari cinta, tetapi mereka berada di pulau terpencil yang terputus dari masyarakat. Program ini mirip dengan ide "Love Island", yang populer di negara-negara Barat.

(wk/eval)


You can share this post!


Related Posts