Tonga Terancam Hidup Tanpa Internet Hingga Sebulan ke Depan Imbas Kabel Bawah Laut Rusak
pixabay.com/Ilustrasi/Lucent_Designs_dinoson20
Dunia

Samiuela Fonua, ketua pemilik kabel Tonga Cable Ltd., mengatakan bahwa sebuah kapal khusus akan diberangkatkan dari Port Moresby untuk melakukan misi perbaikan tersebut.

WowKeren - Letusan gunung berapi bawah laut di Tonga telah menyebabkan rusaknya kabel telekomunikasi bawah laut yang menghubungkan negara itu ke seluruh dunia. Kerusakan itu kabarnya memerlukan waktu satu bulan untuk diperbaiki.

Letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai pada Sabtu (15/1) lalu telah menewaskan sedikitnya tiga orang. Letusan gunung bawah laut mengirimkan gelombang tsunami ke seluruh Pasifik, dan memutus konektivitas ke kepulauan itu.

Samiuela Fonua, ketua pemilik kabel Tonga Cable Ltd., mengatakan bahwa sebuah kapal khusus akan diberangkatkan dari Port Moresby untuk melakukan misi perbaikan tersebut. Kapal itu diperkirakan akan memerlukan waktu antara delapan hingga sembilan hari berlayar untuk mengumpulkan peralatan di Samoa dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke area patahan tempat di mana letusan itu terjadi.

Fonua mengatakan bahwa jika beruntung, pekerjaan perbaikan tersebut bisa selesai dalam waktu satu bulan. Namun, berbicara melalui sambungan telepon, ia mengatakan bahwa perbaikan itu juga bisa memakan waktu lebih lama.



Kabel telekomunikasi, dijelaskannya berada di sekitar zona vulkanik. Hingga kini, masih belum dipastikan bagaimana kondisinya, apakah masih utuh atau tersangkut di suatu tempat.

"Kabel sebenarnya berada di sekitar zona vulkanik. Kami tidak tahu apakah kabel-kabel itu masih utuh atau tertiup angin atau tersangkut di suatu tempat di bawah air," lanjutnya. "Kami tidak tahu apakah itu terkubur lebih dalam lagi."

Sementara itu, pemadaman komunikasi virtual semakin menyulitkan upaya bantuan. Fenomena ini juga menyoroti kerentanan kabel serat optik bawah laut yang telah menjadi tulang punggung telekomunikasi global.

Pembangunan kabel telekomunikasi tersebut baru saja selesai pada tahun 2018 lalu. Berkat kabel itu, kecepatan internet Tonga meningkat lebih dari 30 kali lipat dan menjadi hampir satu-satunya penghubung ke dunia yang lebih luas.

Kabel tersebut sebelumnya pernah putus tiga tahun lalu. Namun, upaya untuk mereplikasi koneksi satelit darurat terhenti di tengah perselisihan kontrak antara pemerintah dan operator satelit yang berbasis di Singapura, Kacific.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts