Mahasiswi Muslim di India Dilarang Masuk Kelas Karena Pakai Jilbab, Kini Hadapi Tekanan Kampus
Pixabay/ilustrasi/inkapinka
Dunia

Sekelompok mahasiswa Muslim sebuah perguruan tinggi negeri di negara bagian Karnataka telah 'dipaksa' absen selama berminggu-minggu. Mereka tak diizinkan masuk kelas karena memakai jilbab.

WowKeren - A H Almas (18) dan 2 temannya langsung diusir oleh guru ketika ingin memasuki kelas di suatu pagi bulan Desember lalu. Guru itu langsung berteriak kepada mereka,“Keluar.”

Gadis-gadis Muslim tidak diizinkan untuk duduk di dalam kelas karena mereka mengenakan Hijab, atau jilbab. Guru itu meminta mereka untuk melepas jilbab sebagai syarat masuk kelas.

"Ketika kami tiba di pintu kelas, guru mengatakan kami tidak bisa masuk dengan hijab. Dia meminta kami untuk melepasnya," kata Almas kepada Al Jazeera.

Sejak itu, sekelompok enam mahasiswa Muslim di sebuah perguruan tinggi wanita yang dikelola pemerintah di distrik Udupi di negara bagian Karnataka India di selatan dipaksa untuk duduk di luar kelas. Administrasi perguruan tinggi menuduh mereka melanggar aturan karena Hijab bukan bagian dari seragam.

Tetapi gadis-gadis itu mengatakan bahwa Jilbab adalah bagian dari iman mereka dan mempraktikkannya adalah hak yang dijamin oleh hukum. Mereka telah mempertahankan sikap menantang bahkan ketika pemerintah diduga menggunakan “taktik tekanan” untuk memaksa mereka menyerah.


Gadis-gadis itu telah ditandai absen dari kelas mereka sejak 31 Desember bahkan ketika mereka mengatakan bahwa mereka akan pergi ke kampus setiap hari. "Kami tidak akan mengalah, tidak mungkin," Aliya Assadi, yang merupakan bagian dari kelompok itu.

Sementara itu, sebuah foto beberapa mahasiswi berhijab dan gaun kampus yang duduk di tangga di luar kelas mereka telah viral di media sosial. Protes mereka telah membuat marah administrasi perguruan tinggi yang, menurut kelompok itu, memaksa mereka untuk menulis surat yang menerima bahwa mereka tidak masuk kelas dengan tinggal di rumah sendiri.

"Kami mencoba menolak tetapi kepala sekolah dan guru mengancam kami bahwa mereka akan menghancurkan karir kami,” ungkap siswa lain, Muskan Zainab..

Zainab mengatakan mereka senang "seluruh dunia" telah melihat mereka dipaksa untuk duduk di luar kelas, sehingga membuat klaim administrasi jatuh. Namun, para siswa juga menghadapi penghinaan dan diskriminasi karena pembangkangan mereka.

"Harus berada di luar kelas sepanjang hari bukanlah hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Guru-guru kami dan sesama siswa mengejek kami. Mereka bertanya kepada kami apa masalah kami dalam melepas hijab. Mengapa Anda tidak bisa mengikuti aturan saja, mereka bertanya, ” pungkas Almas.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts