Vonis 15 Tahun Untuk Dalang Bom Bali I Disorot Media Asing
AP Photo/Achmad Ibrahim
Nasional

Sebagai informasi, Tim Densus 88 Anti-Teror Polri menangkap Zulkarnaen di Lampung pada akhir 2020 lalu. Sebelumnya, Zulkarnaen telah menjadi buronan polisi selama 18 tahun.

WowKeren - Otak Bom Bali I, Arif Sunarso alias Zulkarnaen, divonis hukuman 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim). Zulkarnaen disebut terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana terorisme.

"Mengadili menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara selama 15 (lima belas) tahun," ungkap Humas PN Jaktim Alex Adam Faisal mengutip amar putusan Hakim PN Jaktim.

Vonis 15 tahun penjara bagi Zulkaranen ini turut disorot oleh sejumlah media asing. Media Singapura Today Online misalnya, menyebut Zulkarnaen sebagai "militan Islam yang terkait dengan Al-Qaeda".

Aksi Bom Bali yang didalangi Zulkarnaen disebut telah menewaskan lebih dari 200 orang. Bom tersebut meledak di dua bar yang dipenuhi turis asing dan disebut menjadi "serangan militan paling mematikan dalam sejarah Indonesia".


Zulkarnaen yang merupakan anggota organisasi teroris Jemaah Islamiyah (JI) disebut telah membantah keterlibatan dalam insiden Bom Bali, namun mengakui bahwa serangan tersebut dilakukan oleh timnya. Di pengadilan, Zulkarnaen bersaksi bahwa pihak JI tidak memberitahunya tentang serangan tersebut terlebih dahulu dan mengaku dirinya tidak terlibat dalam perencanaan khusus.

Sementara itu, media The Associated Press menyoroti tuntutan jaksa yang sedianya meminta agar Zulkarnaen dijatuhi hukuman seumur hidup atas kasus Bom Bali. Namun tiga hakim di PN Jaktim tidak memenuhi tuntutan tersebut karena masa penutupan telah berakhir.

Hakim menjatuhkan vonis 15 tahun penjara karena Zulkarnaen menyembunyikan tersangka lain, termasuk pembuat bom Upik Lawanga. Zulkarnaen juga disebut menyembunyikan informasi dari pihak berwenang tentang serangan mematikan di tahun 2002 itu.

Jaksa disebut berencana mengajukan banding atas vonis tersebut. Sedangkan pihak Zulkarnaen menyatakan telah menerima putusan dan tidak akan mengajukan banding.

Sebagai informasi, Tim Densus 88 Anti-Teror Polri menangkap Zulkarnaen di Lampung pada akhir 2020 lalu. Sebelumnya, Zulkarnaen telah menjadi buronan polisi selama 18 tahun.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts