Banjir Masih Terjadi Meski Ada Sumur Resapan, Warga Lebak Bulus Nilai Mubazir
AFP/Dasril Roszandi
Nasional

Di sisi lain, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi juga menilai perencanaan sumur resapan tidak ada gunanya usai banjir merendam sejumlah titik Ibu Kota.

WowKeren - Sejumlah wilayah di DKI Jakarta tergenang banjir akibat hujan deras sejak Selasa (18/1). Sejumlah warga terdampak banjir di kelurahan Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, lantas mengkritik program sumum resapan yang dibangun oleh Pemprov DKI di dekat tempat tinggal mereka.

Salah satu sumur resapan dibangun di Jalan Kamboja, Lebak Bulus, dan telah beroperasi lebih dari dua bulan. Warga sekitar menilai sumur resapan yang dibangun di lima titik sepanjang jalan tersebut tidak terlalu efektif dalam mengurangi genangan air pada saat hujan.

"Kalau dari pantauan saya ini tidak efektif. Kalau disebut menangani banjir, tapi masih banjir di sini," ungkap salah seorang penghuni kontrakan di kawasan Jalan Kamboja, Toto, dilansir Kompas.com pada Rabu (19/1).

Toto mengungkapkan bahwa banjir tetap melanda tempat tinggalnya pada Rabu hari ini. Pada Desember 2021 lalu wilayah tersebut juga sempat banjir dengan ketinggian air mencapai lebih dari 1 meter.


Padahal kala itu sumur resapan sudah mulai beroperasi. "Saat banjir (sumur resapan) buat air menjadi cepat surut juga tidak," ujarnya.

Sementara itu, warga lain bernama Umar menilai pembangunan sumur resapan di lingkungan rumahnya sia-sia. Mengingat sumur resapan tersebut dibangun tak jauh dari bibir sungai.

"Kalau saya bilang mubazir ya. Saat proses pembuatan lubang oleh tukang, itu sudah ada air (di sungai). Kalau sudah ada air begitu, nanti air yang baru datang meresapnya ke mana?" katanya. "Lebih efektif pengerukan lumpur (di sungai). Waktu itu habis pengerukan lumpur, air sungai jalannya lancar. Banjir cepat surut."

Di sisi lain, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi juga menilai perencanaan sumur resapan tidak ada gunanya usai banjir merendam sejumlah titik Ibu Kota. "Apa yang dibuat Gubernur hari ini, perencanaan sumur resapan ini tidak ada gunanya," tutur Prasetyo kepada awak media.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun dimintanya untuk menyelesaikan program normalisasi dan naturalisasi sungai ketimbang fokus pada program sumur resapan. "Itu diberesin (normalisasi), itu namanya program. Bukan semata-mata tiba-tiba ada sumur resapan. Ini tidak ada gunanya buat masyarakat Jakarta," terangnya.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts