Siswa PAUD Meninggal Usai Divaksin COVID-19, Ortu Sempat Berniat Tuntut Pemda
AFP/Jam Sta Rosa
Nasional
Vaksin COVID-19

Murid berinisial ZL yang baru berusia 6 tahun tersebut diketahui mengikuti vaksinasi COVID-19 khusus anak di salah satu SD setempat pada Senin (17/1) pagi. Ia meninggal dunia pada Selasa (18/1).

WowKeren - Seorang murid PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan meninggal dunia setelah menerima vaksin COVID-19 dosis satu pada Selasa (18/1). Bocah berusia 6 tahun tersebut sempat mengalami demam tinggi dan kejang-kejang sebelum meninggal dunia di UGD Puskesmas setempat.

Siswa yang berinisial ZL tersebut diketahui mengikuti vaksinasi COVID-19 khusus anak di salah satu SD setempat pada Senin (17/1) pagi. Namun siang harinya, orangtua ZL melapor ke tim medis bahwa anak mereka mengalami demam.

Petugas medis Puskesmas kemudian memberikan obat pereda demam untuk ZL. Pada malam harinya, ZL kembali mengalami demam dengan disertai kejang. Ia pun langsung dilarikan ke Puskesmas. Sayangnya, ZL dinyatakan meninggal dunia pada Selasa pukul 10.15 WIB.

Kedua orangtua ZL yang merupakan warga Kampung Rancabogo, Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda, Cianjur, rupanya sempat tidak terima atas kematian anak kedua mereka tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Camat Pasirkuda, Irvan Rustandi.


"Sebelumnya, kedua orang tuanya yakni Husen dan Elis sempat tidak menerima anaknya meninggal dunia usai disuntik vaksin COVID-19," ungkap Irvan kepada awak media, Kamis (20/1). "Namun, akhirnya menerima dengan kejadian yang menimpa anaknya ZL usai menjalani vaksinasi COVID-19 di SD Banyuwangi, Senin lalu."

Menurut Irvan, kedua orangtua ZL bahkan sempat berniat menuntut pemerintah daerah atas kematian anak mereka. Namun mereka mengurungkan niat tersebut usah diberi pemahaman dari Polres dan Dinas Kesehatan Cianjur.

"Iya sempat ingin menuntut pemerintah daerah. Namun, hal tersebut tidak terjadi setelah pihak keluarga diberikan pemahaman dan penjelasan oleh Kapolres dan Dinas Kesehatan Cianjur. Mereka, telah menerima kejadian yang menimpa anak bungsunya itu sebagai takdir," paparnya.

Di sisi lain, Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Cianjur Yusman Faisal menjelaskan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Untuk sementara, Satgas COVID-19 Kabupaten Cianjur menduga kematian ZL disebabkan oleh KIPI berat.

Sedangkan Komnas KIPI kini masih menunggu hasil investigasi Komda KIPI terkait kasus meninggalnya ZL. "Setelah audit Komda dan Komnas ya, investigasi oleh Komda belum selesai," jelas Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari dilansir Kompas.com.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts