Warga Sebut Kecelakaan Maut Memang Kerap Terjadi di Simpang Rapak Balikpapan
pixabay.com/Ilustrasi/kalhh
Nasional
Kecelakaan Maut Balikpapan

Tabrakan beruntun terjadi pada Jumat (21/1) pagi di turunan Muara Rapak, Balikpapan Utara. Menurut pengakuan warga, kecelakaan memang kerap terjadi di lokasi tersebut.

WowKeren - Tabrakan beruntun yang memakan korban terjadi pada Jumat (21/1) pagi di turunan Muara Rapak, Balikpapan Utara. Kejadian nahas itu terjadi sekitar pukul 6.30 Waktu Indonesia Tengah dan melibatkan sejumlah kendaraan roda empat.

Kecelakaan tersebut terekam dalam kamera CCTV yang saat ini tengah viral di media sosial. Direktur Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltim, Kombes Pol Sonny Irawan mengatakan bahwa dugaan sementara saat ini penyebab kecelakaan adalah karena rem blong.

"Berdasarkan hasil rekaman CCTV kemungkinan remnya blong," ujar Sonny. "Pada saat kondisi lampu merah ada beberapa kendaraan roda empat kalau nggak salah 5 sampai 6 motor dan beberapa kendaraan motor."

Sementara itu menurut pengakuan warga, kecelakaan memang kerap terjadi di lokasi tersebut. Saking seringnya terjadi kecelakaan, warga menyebutnya tragedi Rapak.


"Kejadian terus berulang-ulang," kata salah seorang warga bernama Eko melansir Tribunnews, Jumat (21/1). "Kami menyebutnya tragedi Rapak. Sekarang korban lebih banyak."

Tak hanya itu, ia lebih lanjut juga menjelaskan bahwa pada dasarnya pemerintah setempat sudah mengeluarkan regulasi untuk mengatur jam-jam operasi truk besar. Namun tampaknya, hal itu sering dilanggar. "Sebenarnya perda yang melarang jam beroperasi truk-truk besar sudah ada. Tapi sering dilanggar," lanjutnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo mengatakan bahwa truk tronton yang terlibat kecelakaan itu membawa muatan kontainer seberat 20 ton yang berisi kapur pembersih. Ia menduga bahwa hal itu membuat sopir semakin kesulitan mengendalikan kendaraan ketika rem sudah tidak berfungsi.

"Dia sudah kurangi gigi kecepatannya," ujar Yusuf. "Tapi karena bebannya terlalu berat sehingga tidak dapat direm atau dikurangi."

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts