Geger Warga Pamekasan Temukan Benda Diduga Granat Nanas di Depan SD, Polisi Gerak Cepat
Pixabay/ilustrasi/GooKingSword
Nasional

Benda diduga granat jenis nanas ditemukan di Halaman sebuah SD di Pamekasan. Pihak kepolisian pun telah bergerak mengamankan benda tersebut ke Mako Brimob serta menjaga lokasi.

WowKeren - Warga di Jalan Brawijaya Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan benda mirip granat pada Kamis (20/1). Benda tersebut ditemukan di pinggir kali di depan Sekolah Dasar Islam (SDI) Al Munawaroh oleh penjual jajanan bernama Usman.

Kepolisian Resor Pamekasan, Jawa Timur pun bertindak cepat setelah mendapat laporan dari warga. Polisi kemudian mengamankan benda yang diduga granat berjenis nanas tersebut.

"Selanjutnya barang tersebut dipindahkan oleh warga ke rumah kosong dengan dibungkus plastik," ujar Kasubbag Humas Polres Pamekasan AKP Nining Dyah Puspitasari.

Setelah temuan benda tersebut dilaporkan ke aparat setempat, warga pun dilarang mendekati lokasi penemua. Polisi memasang garis polisi supaya warga tidak sembarangan masuk ke lokasi penemuan benda tersebut.

Polres Pamekasan langsung berkoordinasi dengan Polda Jatim melalui Tim Jihandak untuk mengevakuasi barang yang diduga granat dan diamankan ke mako Brimob.



"Rencana langsung didisposal. Mengingat cuaca hujan terus sampai malam. Sehingga disposal akan dilaksanakan dalam waktu dekat," ungkap Nining.

Sebelumnya, Usman sempat menceritakan kronologi penemuan benda yang dicurigai sebagai granat nanas itu pada awak media. Usman menjelaskan, benda tersebut masih dalam keadaan utuh. Namun, kondisinya sebagian sudah tertutup lumpur.

"Saya angkat benda itu berat sekali. Kurang lebih setengah kilogram. Benda itu mirip granat nanas itu," ujar Usman saat diwawancarai sejumlah wartawan di lokasi.

Khawatir benda itu meledak, Usman kemudian melapor kepada Arifin, Satpam SDI Al Munawaroh. Arifin lalu melihat kondisi benda tersebut. Menurut Arifin, benda tersebut mirip sekali dengan granat. "Saya terkejut karena laporan ke saya bom. Setelah dilihat ternyata mirip granat," kata Arifin.

Temuan benda itu pun dilaporkan ke Polres Pamekasan. Warga dilarang mendekati lokasi TKP. Polres Pamekasan memasang garis polisi supaya warga tidak sembarangan masuk ke lokasi penemuan benda tersebut.

"Saya yang jualan diusir agar menjauh dari lokasi. Kebetulan pukul 11.15 WIB banyak siswa kelas awal sudah waktunya jam pulang sekolah," pungkas Usman.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts