Wagub Buka Suara Soal Wisatawan Positif COVID-19 Tak Bergejala Boleh Masuk Phuket
Dunia
Pandemi Virus Corona

Phuket, Thailand diketahui telah menerima wisatawan di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini. Meski demikian, Phuket juga menerapkan kebijakan pengetatan pembatasan COVID-19.

WowKeren - Pandemi COVID-19 berdampak pada kehidupan masyarakat di negara-negara dunia, seperti Thailand. Di Thailand sendiri diketahui perlahan-lahan telah membuka sektor pariwisata di tengah pandemi COVID-19.

Seperti yang diterapkan di salah satu tempat wisata yakni Phuket. Namun belakangan beredar kabar mengenai gagasan yang menyebutkan bahwa wisatawan positif COVID-19 tidak bergejala diizinkan melalukan perjalanan melalui rute tertutup.

Melansir Bangkok Post, pihak berwenang dalam hal ini Wakil Gubernur Phuket, Pichet Panapong memberikan tanggapannya atas gagasan tersebut. Pichet mengatakan bahwa pengunjung yang dites positif COVID-19 meski tak bergejala harus diisolasi di kamar hotel mereka. Ia pun mengatakan telah menyampaikan aturan tersebut kepada Kepala Polisi Imigrasi Provinsi yang melontarkan gagasan tersebut.

Lebih lanjut, Pichet mengatakan bahwa manajer SHA Plus yang berperan untuk memastikan kepatuhan terhadap langkah-langkah pencegahan COVID-19 seperti persyaratan vaksinasi untuk staf layanan, juga diinstruksikan secara ketat mematuhi pembatasan virus. Ia pun menyinggung soal wisatawan yang tengah karantina ingin keluar, hanya diizinkan mengunjungi daerah yang tidak ada orang lain melalui jalur tertutup, dengan pengawasan pihak pengelola SHA Plus.


"Beberapa turis tanpa gejala mungkin lupa bahwa mereka terinfeksi dan mengunjungi pasar atau pusat perbelanjaan. Ini mengkhawatirkan," terang Pichet dalam keterangan, dilihat pada Jumat (21/1). "Saya pikir hal terbaik yang harus dilakukan adalah mengisolasi mereka. Rute tertutup mungkin dipertimbangkan dalam beberapa kasus saja."

Selain itu, Pichet diketahui juga berjanji untuk mengambil tindakan hukum terhadap wisatawan yang tidak memakai masker di fasilitas umum. Menurutnya, banyak orang yang telah melanggar aturan pengendalian penyakit, di antaranya memakai masker.

Pichet mengatakan bahwa Gubernur Phuket, Narong Woonciew sebelumnya telah meminta konsul Phuket dari 22 negara untuk memberi tahu warganya tentang aturan memakai masker. Di sisi lain, per Kamis (20/1), Phuket telah menyuntikkan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga untuk sekitar 3 ribu pekerja migran di sektor perikanan.

Sebagai informasi, Phuket memiliki sekitar 67 ribu pekerja migran yang bekerja di berbagai sektor industri. Pichet pun berterima kasih kepada para pekerja yang telah bergabung dengan upaya pengendalian COVID-19 di Phuket.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts