Penimbun Minyak Goreng Rp 14 Ribu Bisa Terancam Sanksi Denda Rp 50 Miliar dan Penjara 5 Tahun
Nasional
Pro Kontra Minyak Goreng Murah

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, mengatakan pihaknya akan mengawal kebijakan minyak goreng satu harga yang telah ditetapkan pemerintah tersebut.

WowKeren - Minyak goreng seharga Rp 14 ribu per liter telah tersedia di ritel modern sejak Rabu (19/1) lalu. Sayangnya, kehadiran minyak goreng satu harga ini diikuti oleh aksi panic buying dimana warga membelinya secara berlebihan. Stok minyak goreng di beberapa ritel dilaporkan ludes dalam waktu singkat.

Polri lantas memperingatkan pihak yang nekat menimbun minyak goreng Rp 14 ribu tersebut. Tak tanggung-tanggung, penimbun minyak goreng terancam sanksi penjara lima tahun atau denda Rp 50 miliar berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan.

"Melakukan penindakan bila ada upaya aksi borong dan penimbunan, khususnya minyak goreng kemasan premium," tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (21/1).

Menurut Ramadhan, pihaknya mengawal kebijakan minyak goreng satu harga yang telah ditetapkan pemerintah tersebut. Pihak kepolisian disebut akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan terkait penerapan kebijakan tersebut.

"Guna antisipasi adanya aksi borong dan penimbunan," lanjutnya.


Nantinya, Polri akan membentuk tim monitoring atau pemantauan ke wilayah-wilayah. Tim ini bertugas untuk melakukan pengawasan kegiatan produksi, distribusi, dan penjualan minyak goreng.

Sementara itu, seorang pegawai minimarket di Jakarta Selatan mengungkapkan bahwa di tempatnya bekerja, konsumen telah dibatasi maksimal satu kemasan minyak goreng per orang. Namun beberapa orang memiliki cara kreatif untuk mengakali aturan tersebut.

"Dibatasin satu orang satu (kemasan). Ya tahu sendiri nanti bapaknya datang, emaknya datang," ungkap pegawai bernama Indra tersebut kepada detikcom.

Di sisi lain, Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkopas) menilai pemerintah seakan-akan menganaktirikan pasar tradisional terkait kebijakan minyak goreng satu harga ini. Mengingat harga minyak goreng di pasar tradisional rata-rata masih Rp 20 ribu per liter.

Ngadiran mengaku telah meminta pemerintah pusat untuk melakukan operasi pasar ke pasar tradisional. Menurutnya, minyak goreng Rp 14 ribu di ritel modern membuat masyarakat sekaligus berbelanja kebutuhan sehari-hari ke supermarket dan tak berbelanja ke pasar tradisional.

(wk/Indr)


You can share this post!


Related Posts