Kecelakaan Maut Balikpapan Tewaskan 4 Orang, Sopir Truk Ngaku Tak Banting Setir ke Kiri Karena Panik
Nasional
Kecelakaan Maut Balikpapan

Diketahui, truk tersebut menabrak sejumlah kendaraan yang sedang berhenti menunggu lampu merah di Simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat (21/1) hari ini.

WowKeren - Kecelakaan beruntun yang terjadi Simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat (21/1) hari ini membuat seorang sopir truk tronton berinisial MA ditetapkan sebagai tersangka. Diketahui, truk tersebut menabrak sejumlah kendaraan yang sedang berhenti menunggu lampu merah.

Kekinian, polisi mengungkapkan alasan MA tidak membanting setir ke kiri untuk menghindari kendaraan yang ada di jalan. Rupanya, MA mengaku panik pada detik-detik menjelang kejadian.

"Faktor kepanikan turut berpengaruh di situ," ungkap Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Yusuf Sutejo, kepada detikcom.

Menurut Yusuf, kejadian tersebut begitu cepat sehingga membuat sang sopir tak sempat berpikir untuk membanting setir ke arah kiri. Padahal apabila dilihat dari rekaman CCTV yang beredar, ada area yang cukup kosong dan bebas dari kendaraan di sebelah kiri. Adapun faktor beban truk hingga 20 ton dan kontur jalan yang menurun juga disebut membuat truk sulit dikontrol.


"Karena di video itu (kejadiannya) tak sampai 10 detik di situ," ungkapnya. "Karena itu kan jalan juga menurun di depannya banyak antrean. Yang jelas sopir truknya panik, enggak sempat berpikir jauh."

Sebelumnya, aksi sopir tersebut juga sempat disorot oleh anggota Komisi Hukum DPR RI, Habiburokhman. Ia mempertanyakan mengapa sang sopir tidak banting setir ke arah kiri yang tidak dipenuhi kendaraan.

"Harusnya dia banting setir ke kiri. Itu termasuk yang perlu didalami dalam penyidikan," ujarnya kepada awak media.

Menurut Habiburokhman, sopir tersebut nihil skill mengemudi. Ia menilai perusahaan tempat sopir tersebut bekerja juga perlu bertanggungjawab atas tragedi ini.

"Si sopir lalai sekali dan seperti tidak punya keahlian mengemudi. Kenapa orang seperti itu kok bisa jadi pengemudi truk tronton. Bagaimana dahulu proses dia direkrut, ada tes khusus atau tidak," jelasnya. "Selain si sopir yang perlu dihukum, perusahaan juga harus bertanggung jawab kepada para korban dan keluarganya. Jadi ini lengkap masalahnya. Sopirnya enggak mahir, truknya bermasalah, perusahaannya lakukan pengecekan rutin atau tidak?"

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts