Polisi Malaysia Gagalkan Aksi Human Trafficking, 6 Korban Selamat dan 9 Tersangka Dibekuk
pexels.com/Kat Smith
Dunia

Polisi di Kuala Lumpur, Malaysia berhasil meringkus 9 orang tersangka terkait dugaan kasus human trafficking. 6 orang warga asing yang jadi korban juga berhasil diselamatkan.

WowKeren - Polisi Malaysia melakukan penggerebekan di sebuah apartemen di Kuala Lumpur. Dalam penggerebakan itu, polisi berhasil menyelamatkan enam warga negara asing yang terdiri dari lima wanita dan satu pria yang diyakini sebagai korban perdagangan manusia atau human trafficking.

Tak hanya itu, polisi juga berhasil mengamankan 9 tersangka. Kapolsek Petaling Jaya, ACP Mohamad Fakhruddin Abdul Hamid mengatakan sembilan tersangka berusia antara 20 dan 50 tahun ditangkap dan sebuah mobil mewah disita.

Polisi melakukan penggerebekan menyusul laporan yang diajukan oleh seorang remaja lokal pada hari yang sama pada pukul 12.20 siang. Remaja itu melaporkan pekerja asing wanita yang bekerja pada ibunya telah diculik oleh dua pria lokal dan seorang wanita asing di dalam mobil mewah.

Mohamad Fakhruddin mengatakan dalam sebuah pernyataan, pelapor mengklaim bahwa dia dan korban berada di sekitar Damansara Utama ketika mereka ditarik ke dalam mobil. Namun pelapor kemudian dibebaskan tak jauh dari lokasi penangkapan.


Mohamad Fakhruddin mengatakan bahwa kedua tersangka laki-laki ditahan di sebuah outlet hiburan sekitar pukul 17.30 pada hari yang sama. Mohamad Fakhruddin kemudian menambahkan bahwa tersangka selanjutnya menunjukkan jalan pada polisi ke apartemen. Korban pun ditemukan bersama empat wanita lain dan seorang pria berusia antara 20 dan 40 tahun.

Mohamad Fakhruddin mengatakan tujuh tersangka lain, yang terdiri dari lima pria dan dua wanita ditangkap di tempat itu dan ditahan selama lima hari. Mereka saat ini sedang diselidiki berdasarkan Bagian 365 KUHP karena penculikan atau penculikan dengan maksud untuk secara diam-diam dan salah mengurung seseorang.

"Dari pemeriksaan awal, terungkap salah satu tersangka adalah agen TKA yang menipu korban untuk bekerja tanpa bayaran," pungkas Mohamad Fakhruddin.

Mohamad Fakhruddin menambahkan bahwa semua korban dikurung di tempat itu selama beberapa hari. Para korban juga dipukuli dan beberapa dari mereka ditahan di sana karena mencoba melarikan diri dari majikannya.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts