Varian Omicron dan Flu Biasa Sulit Dibedakan, Wajib Isolasi Saat Rasakan Gejala Seringan Apapun?
Unsplash/Usman Yousaf
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

COVID-19 varian Omicron jadi ancaman baru dengan tingkat penyebarannya yang cepat. Pemerintah Indonesia pun semakin waspada karena gejala Omicron sulit dibedakan dengan flu biasa.

WowKeren - Varian Omicron tak dipungkiri membuat pemulihan kondisi Pandemi COVID-19 terhambat. Pasalnya,Omicron cenderung sangat cepat menyebar luas. Apalagi gejala COVID-19 varian Omicron disebut sulit dibedakan dengan flu biasa.

Hal itu diungkap oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut menyebut gejala terpapar varian Omicron sulit dibedakan dengan batuk atau flu biasa. Karena itu, Luhut meminta masyarakat untuk segera melakukan tes jika merasakan sejumlah gejala flu atau batuk.

"Mengingat gejala Omicron yang ringan dan sulit dibedakan dengan batuk atau flu biasa, pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan testing bila merasakan gejala tersebut," ujar Luhut dalam konferensi pers evaluasi PPKM secara virtual yang digelar pada Senin (24/1).

Selain itu, jika merasakan adanya gejala, masyarakat diminta tidak pergi ke area publik. Seringan apapun gejala yang dirasakan, Luhut meminta masyarakat untuk segera melakukan isolasi mandiri kemudian melakukan pengujian. "Lakukan isolasi mandiri jika terdapat gejala seringan apapun," lanjut Luhut.



Diketahui bahwa sebelumnya Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa kebanyakan pengidap infeksi Omicron yang sudah menerima vaksin COVID-19 penyakitnya ringan dan tanpa gejala. Mayoritas gejala yang mereka adalah batuk dan pilek.

"Gejala paling banyak adalah batuk (49 persen) dan pilek (27 persen)," pungkas Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Selasa pada (4/1) lalu.

Kendati relatif ringan untuk penderita yang sudah divaksinasi COVID-19, tapi penyebaran Omicron relatif lebih cepat daripada varian virus Corona yang lain. Karena itu, pemerintah juga tetap mewanti-wanti agar setiap orang disiplin menerapkan protokol kesehatan mengingat belakangan kasus transmisi lokal terus meningkat. Apabila tidak diantisipasi sejak dini, tidak menutup kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 bisa cukup tinggi dan rawan membebani layanan kesehatan.

Dalam kesempatan yang sama, Luhut juga mengingatkan jika penularan varian Omicron bisa menyebabkan lonjakan kasus kematian yang cukup tinggi. Kemungkinan itu bisa terjadi apabila kondisi rumah sakit tidak mampu mengantisipasi.

"Mengenai bahaya Omicron ini kita juga tidak boleh anggap enteng. Kita belum tahu juga apakah ini nanti bisa timbulkan kematian. Bisa menimbulkan kematian banyak kalau rumah sakit kepenuhan. Itu yang kita jaga," pungkas Luhut.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts