Sejarawan RI Terancam Ditangkap Kepolisian Belanda, KBRI Didesak Beri Perlindungan
Twitter/kbridenhaag
Nasional

Seorang sejarawan Indonesia terancam ditangkap polisi Belanda ketika mendatangi negara tersebut pada bulan Februari mendatang. Pasalnya, Bonnie kini dipolisikan terkait salah satu artikelnya.

WowKeren - Seorang Sejarawan Indonesia yang terdaftar sebagai kurator tamu pameran Revolusi 1945-1947 di Rijksmuseum, Amsterdam Februari-Juni mendatang dipolisikan di Belanda. atas sebuah artikel sejarahnya. Bonnie Triyana dipolisikan terkait tulisan artikel sejarahnya. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belanda pun didesak memberikan perlindungan untuk Bonnie.

"Kedutaan Besar harus turun tangan, jangan sampai ketika tiba di Belanda nanti dia (Bonnie Triyana) langsung ditangkap dan diproses," ujar Sejarawan Rusdhy Hoesein melalui sambungan seluler. mengutip Cnnindonesia.com.

Rusdhy yang juga Pembina Komunitas Historia Indonesia itu menegaskan bahwa kedatangan Bonnie dalam pameran tersebut tak bisa hanya diartikan sebagai kurator tamu. Rusdhy menekankan bahwa kedatangan Bonnue merupakan tamu yang mewakili Tanah Air.

"Bonnie hadir sebagai perwakilan resmi dari Indonesia. Mewakili wajah Indonesia dalam pameran sejarah kedua negara tersebut," ujar Rusdhy.

Terlepas dari beda pemaknaan antara Belanda dengan RI soal periode 1945-1947, Rusdhy menilai sebuah gagasan mestinya tak elok untuk dikriminalisasi. Menurutnya, diskursus akan jauh lebih penting bagi kedua negara untuk menemukan titik keseimbangan pemahaman tentang apa yang terjadi pascaproklamasi 1945.


"Semoga dengan perhatian dari Kedutaan Besar ini bisa kemudian jadi perhatian Menlu RI, karena dikhawatirkan persoalan ini membawa sentimen yang lebih tinggi, tentang nasionalisme," beber Rusdhy.

Sementara itu, pihak KBRI Belanda mengaku belum menerima kabar terkait pelaporan Bonnie Triyana. "Sampai saat ini kami belum menerima kabar dari pihak berwajib," kata Dubes RI di Belanda, Mayerfas lewat pesan whatsapp, Selasa (18/1) .

Pegiat sejarah asal Indonesia, Bonnie Triyana dilaporkan ke kepolisian Belanda karena pernyataan opininya dalam sebuah surat kabar lokal yang dianggap memalsukan sejarah kelam Indonesia-Belanda. Pelaporan tersebut dibuat oleh Federasi Indo-Belanda (Federatie Indische Nederlanders/FIN).

Bonnie, sebagai salah satu kurator tamu, memutuskan meniadakan istilah 'bersiap' dalam pameran perjuangan RI menghadapi kolonialisme Belanda periode 1945-1947 yang digelar Rijksmuseum, Amesterdam. Pameran itu akan dibuka 11 Februari-22 Juni mendatang.

"Kami meyakini dalam kasus ini, Bapak Triyana telah melanggar hukum," pungkas Juru Bicara FIN, Michael Lentze pada Selasa (19/1) lalu.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts