Agensi Sunmi dan Sandara Park Buktikan Berkembang Pesat, Dapat Penilaian Tinggi Dari Investor
Instagram/miyayeah
Selebriti

Abyss Company merupakan rumah bagi artis seperti Sunmi, Sandara Park, BamBam GOT7 hingga Urban Zakapa yang mana telah menarik perhatian karena perkembangan pesat perusahaannya.

WowKeren - Selain ketenaran selebriti, kinerja agensi manajemen yang menaungi para artisnya juga menjadi penilaian tersendiri kesuksesan mereka di industri hiburan. Abyss Company, sebuah perusahaan hiburan rumah bagi Sunmi, Sandara Park dan beberapa artis lainnya dilaporkan telah menarik investasi dan menerima penilaian yang tinggi berkat kerja keras mereka mengelola perusahaan agensi bersama artis unggulan.

Pada Rabu (26/1), perusahaan ini bernilai 100 miliar won sehingga banyak perusahaan hiburan Korea menarik perhatian investor berkat gelombang K-pop dan Hallyu Wave. Menurut analis industri modal ventura pada 25 Januari, Abyss Company setuju untuk mengumpulkan 25 miliar won untuk investasi Seri B dari beberapa perusahaan modal ventura.

Diketahui bahwa LB Investment, Korea Investment Partners, Yuanta Investment, Login Investment, Daesung Startup Investment, dan Timewise Investment berpartisipasi dalam putaran investasi ini. Dengan ini, Abyss Company memiliki pasca penilaian 100 hingga 110 miliar won. Dalam waktu kurang dari setahun, penilaian perusahaan telah berlipat ganda dibandingkan dengan waktu investasi Seri A sebesar 14,5 miliar won yang menarik Mitra Investasi Korea, Investasi Aju IB, dan Investasi Awal Daesung pada Oktober 2020.

Angka yang dicapai ini tidak didapat dengan mudah. Perlu diketahui bahwa perusahaan agensi ini baru didirikan pada tahun 2019 dan merupakan rumah bagi berbagai selebriti Korea termasuk Urban Zakapa, BamBam GOT7, Park Won hingga Sunmi dan Sandara Park. Di masa lalu, perusahaan ini berkecimpung dalam bisnis perencanaan pertunjukan, pameran, dan acara. Namun, itu berputar setelah mengakuisisi perusahaan hiburan Makeus Entertainment dan kini telah memantapkan dirinya sebagai agensi hiburan besar.


Abyss Company saat ini dikelola oleh Lee Dong Hyung, mantan CEO Makeus Entertainment. Baru-baru ini, ia mempekerjakan Lee Joon Won yang bertanggung jawab atas pengembangan pendatang baru di YG Entertainment untuk memperkuat kemampuan mereka dalam menemukan bakat idola baru.

Agensi ini juga mengelola Damwon KIA Gaming yang merupakan tim game E-Sports yang mana menorehkan banyak prestasi salah satunya memenangkan 2 kejuaraan berturut-turut di League of Legends Champions Korea (LCK). Selain itu, Abyss Company memasuki bisnis non-fungible token (NFT) bekerja sama dengan FSN, sebuah perusahaan pemasaran.

Industri investasi telah mengumpulkan perhatiannya pada "Expandability" dari agensi Abyss Company. Telah dinilai bahwa perusahaan ini akan dapat meningkatkan momentumnya di luar menjadi agensi hiburan sederhana dan tumbuh menjadi yang berpeluang tinggi memperoleh keuntungan menggunakan eSports dan NFT.

"Alasan perusahaan Abyss diakui karena nilai perusahaannya sebesar 100 miliar won hanya dalam waktu tiga tahun sejak berdirinya adalah karena kami mengharapkan pertumbuhan eksplosif di masa depan berdasarkan fandom yang terakumulasi melalui manajemen tim eSports serta kemampuan mereka untuk menghasilkan artis," tutur seorang pejabat dari perusahaan investasi.

Sementara itu, secara fakta yang berkembang berbagai agensi sukses bermunculan mengikuti HYBE Corporation seiring popularitas K-pop yang terus tumbuh. Agensi Mamamoo RBW yang berhasil listing di pasar KOSDAQ pada akhir tahun lalu, memiliki kapitalisasi pasar sekitar 200 miliar won di pasar saham. Brave Entertainment, rumah bagi Brave Girls juga sedang dalam proses go public karena mereka mengejar pra-IPO.

(wk/taki)


You can share this post!


Related Posts