MUI Sayangkan Sikap BNPT Bongkar Informasi Pesantren Terafiliasi Terorisme: Apa Metodologinya?
Nasional

Pernyataan BNPT soal data pesantren yang terafiliasi dengan jaringan terorisme rupanya memicu respons protes dari MUI. Pihak MUI mempertanyakan sumber dari data yang diungkap BNPT.

WowKeren - Pernyataan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) soal seratus lebih pondoh pesantren di Indonesia yang terafiliasi dengan jaringan terorisme rupanya memicu protes. Salah satunya datang dari MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan pun ikut mempertanyakan sumber data BNPT yang menyatakan ratusan pondok pesantren terafiliasi jaringan teroris di Indonesia. Amirsyah Tambunan tampaknya sangsi dengan sumber dan proses untuk mendapatkan data tersebut.

"Atas dasar apa pendataan tersebut, apa metodologinya, apakah merupakan hasil kajian resmi BNPT? Banyak pihak mempertanyakan informasi tersebut," ujar Amirsyah dalam keterangannya pada Kamis (27/1).

Amirsyah menyebut sikap BNPT membongkar informasi tersebut ke publik punya potensi tinggi menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar. Tak hanya itu, paparan BNPT justru akan membuat masyarakat merasa kurang aman dan nyaman.

"Mestinya BNPT melakukan preventif bersama lembaga terkait, sehingga tidak muncul info ini di publik," lanjutnya.


Amirsyah mengaku terkejut mengetahui data yang dimiliki BNPT itu. Amirsyah pun mendesak BNPT menjelaskan ke publik agar tidak menimbulkan stigma negatif terutama pondok pesantren.

Ia mengatakan kelompok terorisme juga ada pada kelompok-kelompok Kriminal Bersenjata di Papua. Namun tidak pernah diungkap ke publik sebagai kelompok terorisme.

"Jadi jangan seolah-olah kelompok pesantren yang disasar. Ini sikap yang tidak mencerminkan keadilan sesuai Pancasila sila ke empat Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," beber Amirsyah.

Di sisi lain, Amirsyah juga menyebut MUI selama ini telah melakukan upaya penyebaran Islam wasathiyah. Salah satunya adalah dengan moderasi beragama sesuai prinsip keadilan dan kesetaraan untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

Seperti yang diketahui, informasi mengenai seratus lebih pesantren di Tanah Air yang masih terafiliasi dengan jaringan teroris terungkap saat BNPT mengikuti rapat Kerja dengan DPR. Kepala BNPT Boy Rafli Amar menemukan pondok pesantren yang diduga terafiliasi dengan jaringan teroris ISIS hingga JAD.

"Ada 68 pondok pesantren afiliasi jamaah islamiyah dan 119 pondok pesantren afiliasi Anshorut Daulah atau Simpatisan ISIS," pungkas Boy pada Selasa (25/1) lalu.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts