Satu per satu fakta mengenai kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat mulai terungkap. Kali ini soal keterlibatan Ketua DRPD Langkat dalam pengelolaan kerangkeng manusia tersebut.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 27 Januari 2022 - 19:57 WIB
WowKeren - Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin sebelumnya menyebut bahwa temuan kerangkeng manusia di rumahnya sebagai tempat rehabilitasi narkoba. Tapi kemudian pernyataan itu dibantah tegas oleh BNN. Tapi kini BNN pun menyampaikan informasi dan fakta baru yang tak kalah mengejutkan soal temuan kerangkeng manusia tersebut.
Ketua DPRD Langkat ternyata juga ikut andil sebagai pengelola kerangkeng manusia tersebut. Diketahui bahwa Ketua DPRD Langkat merupakan adik dari Terbit, Sribana Perangin Angin.
BNN pun nyatanya sudah cukup lama tahu soal adanya kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat. Bahkan BNN sempat meninjau lokasi pada tahun 2017 lalu untuk melihat kondisi kerangkeng manusia tersebut.
"Keterangan yang kami dapat tahun 2017, adik bupati itu, ibu Sribana bahwa tempat pembinaan itu dikelola sama dia," kata Plt. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Langkat Rosmiyati pada Kamis (27/1), melansir dari Cnnindonesia.com.
Menurut Rosmiyati setelah BNN Kabupaten Langkat melakukan peninjauan ke sana, ternyata bangunan kerangkeng itu memang tidak layak dijadikan sebagai tempat rehabilitasi para pecandu narkoba. Pihaknya pun meminta Sribana untuk mengurus segala perizinan terkait tempat rehabilitasi.
"Hanya di tahun 2017 itu saja kami ke sana. Karena kami harus meninjau ke lokasi. Karena panti panti rehabilitasi yang ada di daerah harus kami tinjau kembali, sudah ada izin apa nggak. Ternyata saat kami turun ke sana 2017, belum ada izinnya sampai sekarang," jelasnya.
"Dan kami sarankan untuk menyiapkan semua perlengkapan disampaikan ke Dinsos untuk resmi. Dan tinggal kontak person untuk koordinasi selanjutnya, ternyata tidak ada koordinasi sampai saat ini. Alasan mereka gak mau? Saya gak tau," pungkas Rosmiyati.
Seperti diketahui Terbit Rencana Perangin-angin terjerat operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK. Saat penggeledahan ditemukan dua bangunan kerangkeng yang berada di belakang rumah sang bupati. Bangunan itu dihuni puluhan orang yang dianggap kecanduan narkoba.
Orang-orang yang dianggap sudah sembuh dari ketergantungan narkoba bekerja di kebun kelapa sawit milik Terbit. Akan tetapi mereka tak diberi upah selayaknya pekerja.
(wk/amel)