Jawab Kritikan Soal Studi Banding Formula E ke Arab Saudi, Wagub DKI Pastikan Tak Beratkan APBD
Nasional
Kontroversi Formula E

Sebelumnya, JakPro bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) disebut akan melakukan studi banding Formula E ke Arab Saudi. Hal ini sontak mendapat kritik dari beberapa pihak.

WowKeren - Rencana gelaran ajang balap mobil listrik Formula E di DKI Jakarta tampaknya masih memicu polemik di kalangan masyarakat. Seperti yang terjadi baru-baru ini, tidak sedikit pihak yang menyoroti rencana kunjungan PT Jakarta Propertindo atau JakPro yang akan melakukan studi banding soal Formula E ke Kota Diriyah, Arab Saudi.

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria pun seolah menjawab kritikan dari pihak yang menyoroti rencana studi banding Formula E ke Arab Saudi tersebut. Pria yang akrab disapa Ariza itu menuturkan bahwa kunjungan tersebut merupakan hal biasa agar JakPro bisa mempelajari pelaksanaan balap mobil listrik tersebut.

"Silakan teman-teman cek transparansi, keterbukaannya, apakah di sana benar-benar studi, atau hura-hura, silakan, kan terbuka," tutur Ariza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu (29/1).

Lebih lanjut, Riza mengatakan bahwa kunjungan studi banding seperti itu bukan hanya pernah dilakukan JakPro, melainkan juga anggota dewan. Ia menyatakan bahwa kunjungan studi banding adalah hal wajar selama digunakan untuk keperluan masyarakat banyak.



Sementara mengenai dana yang digunakan untuk akomodasi atau ongkos JakPro pergi ke Arab Saudi, Ariza enggan berkomentar banyak. Ia hanya memastikan bahwa kegiatan studi banding Formula E ke Arab Saudi itu tidak memberatkan APBD.

"Ya anggaran itu kamu tahu lah, kalau tiket sekarang murah lagi COVID-19 begini. Kan enggak memberatkan," ungkap Ariza.

Meski demikian, Ariza mengaku tidak mengetahui jumlah orang yang ikut berangkat ke Arab Saudi untuk melakukan studi banding Formula E. Ia mengatakan bahwa hal tersebut diserahkan sepenuhnya ke JakPro.

Adapun kritik atas studi banding Formula E itu sebelumnya datang dari anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak. Menurutnya, kunjungan tersebut menandakan bahwa JakPro tidak memiliki sense of crisis terhadap kondisi pandemi COVID-19 saat ini.

Tidak hanya itu, Gilbert menyatakan bahwa kinjungan yang bertujuan untuk mencari harga tiket Formula E itu hanya mengghambur-hamburkam uang. Padahal, menurutnya JakPro bisa saja mendapatkan data tersebut dengan melalui surat elektronik atau email.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts