Puluhan guru dan murid di sekolah Al Azhar Sleman terkonfirmasi COVID-19. Pemkab Sleman akhirnya memutuskan PTM jadi 50 persen melihat lonjakan kasus COVID-19 di wilayahnya.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 02 Februari 2022 - 14:40 WIB
WowKeren - 43 siswa dan guru di Al Azhar Boarding School di Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dinyatakan positif COVID-19. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana merinci, 43 kasus positif terdiri dari 30 siswa SMP, 7 siswa SMA, dan guru sebanyak 6 orang.
"Ada total 43, tadi malam semua masuk isoter. Gurunya itu ustad yang mendampingi boarding school. Yang kena boarding semua, yang (sekolah) reguler sudah di-tracing aman," ujar Ery Widaryana saat dihubungi, Selasa (1/2).
Puluhan kasus di kompleks boarding school ini bermula dari ditemukannya satu siswa SMP asrama terkonfirmasi COVID-19 pada akhir Januari 2022 lalu. Siswa tersebut sebelum dinyatakan positif COVID-19, sempat mengeluh tidak enak badan. Setelah tes Polymerase Chain Reaction (PCR) keluar, seluruh pemilik riwayat kontak erat diperiksa dan hasilnya ditemukan 12 siswa terkonfirmasi lainnya.
Pemeriksaan lanjutan akhirnya mendapati puluhan kasus lain, meliputi siswa SMP, SMA, dan para ustad di kompleks boarding school. Sebelumnya mereka sempat diisolasi di asrama, namun mempertimbangkan keamanan penduduk sekolah lainnya para pasien dievakuasi ke Asrama Haji tadi malam. Buntut penemuan kasus ini, aktivitas pembelajaran di sekolah tersebut mulai dari jenjang TK hingga SMA dihentikan sementara per 25 Januari 2022 lalu hingga dua pekan ke depan.
Karena kasus COVID-19 di lingkungan sekolah yang makin tinggi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta akhirnya menurunkan kapasitas pembelajaran tatap muka (PTM) dari 100 persen menjadi 50 persen.
"Kebijakan PTM 50 persen ini mulai diberlakukan pada Rabu, 2 Februari 2022," ungkap Ery Widaryana.
Keputusan ini diungkapkannya diambil berdasarkan hasil rapat seluruh Kepala Dinas Pendidikan se-kabupaten/kota di DIY. Dalam rapat, disepakati bahwa kapasitas PTM diturunkan dari 100 persen menjadi 50 persen. Sementara untuk penerapan PTM 50 persen diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing sekolah mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP.
"Pertimbangannya karena di seluruh wilayah DIY kasus Covid-19 mulai meningkat signifikan. Sedangkan untuk durasi pembelajaran di sekolah tetap enam jam pelajaran, hanya tidak semua siswa masuk ke sekolah karena kapasitas dibatasi menjadi 50 persen. Nantinya akan ada siswa yang masuk ke sekolah dan ada yang belajar secara daring," pungkasnya.
(wk/amel)