Meski disebut sebagai platform trading online, pengguna platform binary option justru tidak melakukan jual-beli. Mereka hanya memprediksi atau menebak pergerakan harga suatu jenis aset dalam jangka waktu tertentu.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 02 Februari 2022 - 16:54 WIB
WowKeren - Fenomena binary option belakangan ramai diperbincangkan usai beberapa penggunanya mengaku merugi hingga ratusan juta rupiah. Binary option sendiri sebenarnya sudah lama muncul di Indonesia, namun sistem tersebut beroperasi tanpa izin atau ilegal.
Pemerintah melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan secara aktif memblokir platform binary option yang beroperasi di Indonesia. Namun platform-platform tersebut masih terus bermunculan hingga disebut telah menyebabkan kerugian untuk penggunanya.
Meski disebut sebagai platform trading online, pengguna platform binary option justru tidak melakukan jual-beli. Mereka hanya memprediksi atau menebak pergerakan harga suatu jenis aset dalam jangka waktu tertentu.
Setelah menentukan aset yang diperdagangkan, pengguna kemudian harus mempertaruhkan sebagian modal yang dimiliki untuk mendapat keuntungan. Sistem ini membuat sejumlah pihak menilai binary option sebagai bentuk judi online berkedok trading.
Apabil tebakan pengguna benar, maka mereka umumnya akan mendapat keuntungan sebesar 60-90 persen. Namun jika tebakannya salah, maka semua modal yang dipertaruhkan dalam satu transaksi itu akan hilang.
Salah seorang pengguna platform binary option Binomo, Rob Xaverius Situmorang, mengaku tertarik bergabung usai melihat video-video influencer. Rob sendiri mengaku dirinya masih minim informasi tentang binary option.
"Saya tertarik bergabung ya karena melihat influencer yang bisa menghasilkan uang dengan mudah," ujar Rob dilansir Tempo, Rabu (2/2).
Namun belakangan Rob merasa dijerumuskan usai memahami bahwa aplikasi tersebut lebih mirip judi dibanding trading. Ia pun kini menanggung rugi hingga Rp 30 juta. Menurutnya, tidak ada member yang sukses dari trading binary option.
Ia menilai hanya afiliator saja yang bisa sukses lewat binary option. Rob sendiri baru tahu bahwa afiliator bisa mendapat bagi hasil dari pendapatan aplikasi.
"Kalau ada yang kalah, maksimum 70 persen buat afiliator," tuturnya. Oleh sebab itu, Rob kemudian memutuskan untuk berhenti.
Pengaruh seorang influencer dalam upaya mengajak seseorang untuk bergabung dalam trading binary option ini diakui oleh Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi. Ibrahim mengatakan bahwa menggandeng influencer telah menjadi modus operandi pemasaran trading binary option.
Pengetahuan publik yang minim tentang instrumen trading tersebut juga membuat masyarakat mudah tergiur. Apalagi para influencer mengajak mereka bergabung dengan menyebutkan bahwa perdagangan tersebut legal.
"Masyarakat tertarik karena diiming-imingi keuntungan yang besar. Di situ lah masyarakat terkena bujukan. Dari situ ya tinggal tunggu waktu masyarakat kehilangan dana," jelasnya.
Oleh sebab itu, Ibrahim menilai peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk mengedukasi masyarakat. Terlebih platform semacam ini sudah marak sejak tahun 2014 lalu.
(wk/Bert)