Kekayaan Mark Zuckerberg Menyusut Ratusan Triliun Usai Saham Meta Anjlok
YouTube/Meta
Dunia

Pada Rabu (2/2), Facebook melaporkan penurunan pertama dalam jumlah pengguna harian di laporan pendapatannya. Harga saham Meta lantas terpuruk hingga 26,4 persen.

WowKeren - Harga saham perusahaan induk Facebook, Meta Platforms, "terjun bebas" hingga menghapus lebih dari USD 230 miliar (sekitar Rp 3.300 triliun) nilai pasarnya. Ini menjadi kerugian satu hari terbesar dalam sejarah bagi sebuah perusahaan Amerika Serikat (AS).

Pada Rabu (2/2), Facebook melaporkan penurunan pertama dalam jumlah pengguna harian di laporan pendapatannya. Harga saham Meta lantas terpuruk hingga 26,4 persen.

Kemerosotan harga saham telah membuat kekayaan pribadi Mark Zuckerberg anjlok hampir USD 30 miliar atau setara Rp 430 triliun. Analisis Reuters dari data Refinitiv menemukan bahwa penurunan saham Meta menjadi penurunan terbesar dalam nilai pasar untuk perusahaan publik AS.

Hal ini menuai kekecewaan bagi perusahaan karena investor telah terbiasa memberikan pertumbuhan yang spektakuler. Meta juga melaporkan penurunan laba yang jarang terjadi karena peningkatan tajam dalam pengeluaran pasca berinvestasi di "metaverse".


"CEO Meta Mark Zuckerberg mungkin ingin membujuk dunia menjadi realitas alternatif, tetapi hasil kuartal keempat yang mengecewakan dengan cepat memecahkan gelembung metaverse-nya," ujar Laura Hoy yang merupakan seorang analis ekuitas di Hargreaves Lansdown.

Sebelumnya, Zuckerberg dalam panggilan dengan investor mengaku bangga atas pekerjaan yang telah dilakukan perusahaannya tahun lalu. Meski demikian, ia mengakui bahwa perusahaan menghadapi persaingan ketat untuk mendapatkan perhatian publik, termasuk dari TikTok.

Jatuhnya saham Meta membuat saham perusahaan teknologi lainnya berada di posisi lebih rendah di Wall Street pada Kamis (3/2). Saham perusahaan media sosial lainnya termasuk Twitter dan Snap juga turun.

Sementara itu, perusahaan-perusahaan besar yang berfokus pada teknologi AS telah berada di bawah tekanan yang meningkat pada tahun 2022. Pasalnya, investor mengharapkan pengetatan kebijakan di Federal Reserve AS untuk mengikis valuasi industri yang kaya setelah bertahun-tahun suku bunga sangat rendah.

"Penurunan prospek pendapatan oleh Meta dan perusahaan lain mengejutkan pasar," ujar Kenneth Broux, ahli strategi di Societe Generale di London. "Aksi jual teknologi meluas ke pasar ekuitas yang lebih luas pagi ini dan dengan The Fed bersiap untuk menaikkan suku bunga, kita bisa melihat lebih banyak volatilitas ke depan."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait