Barbie Kumalasari Akui Pernah Alami KDRT Di Tengah Maraknya Berita Soal Kekerasan Rumah Tangga
WowKeren/Fernando
Selebriti

Barbie Kumalasari mendadak mengakui pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di masa lalu. Lantas seperti apa pengakuan mengejutkan dari Barbie itu?

WowKeren - Belakangan ini marak berita yang membicarakan soal Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Hal itu bermula usai ceramah Oki Setiana Dewi dianggap telah menormalisasikan KDRT. Pasalnya, Oki seolah mendukung sikap istri yang menutup aib suami meski menerima kekerasan dalam rumah tangga sekalipun.

Menariknya, Barbie Kumalasari ternyata memiliki pandangan berbeda. Menurut, Barbie terbuka dan speak up tentang pengalaman KDRT sangat dibenarkan. Mengejutkannya, Barbie mengaku bahwa dirinya pernah mengalami KDRT.

"Tergantung kapan dan dimana kita menceritakan. Aku pernah di sebuah artikel dan bintang tamu aku ditanya masalah rumah tangga aku sebelumnya dan aku salah satu orang yang pernah mengalami tindakan KDRT tapi ya tidak baik juga diumbar terus-terusan," beber Barbie saat ditemui WowKeren di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu (5/2). "Ketika satu kali ya oke lah dan tergantung tempatnya kalau memang membahas soal KDRT ya gak mungkin kita bohong."


Menurut Barbie, penting bagi seseorang mengungkap pengalaman KDRT pada keluarga. Meski begitu, Barbie berharap persoalan KDRT tak malah menjadi ajang aji mumpung bagi seseorang agar viral dan terkenal.

"Sebetulnya penting buat aku karena satu darah ya kan ada yang perlu di ceritakan ada yang tidak," ujarnya. "KDRT itu kan tindakan fisik pidana dan itu harus diceritakan tapi kalau ke publik tergantung sekeliling dan jangan terus terusan dan menjadikan aji mumpung biar viral kan itu gak boleh."

Barbie juga mengklaim anak akan menjadi salah satu korban yang amat menderita terkait KDRT yang dialami salah satu orangtua mereka. Ia berharap semua pasangan suami istri dapat menyelesaikan permasalahan mereka dari hati ke hati guna menghindari KDRT.

"Boleh dan gak masalah, serba salah juga sih, dipublikasikan satu kadang anak yang akan mengakibatkan psikisnya terganggu apalagi lingkungan sekolah," pungkasnya. "KDRT juga tidak juga 100 persen kesalahan suami mungkin sang istri terlalu banyak tuntutan dan permintaan mangkanya jika masih bisa dibicaran baik-baik kedua belah pihak dari hati ke hati supaya anak tidak menjadi korban."

(wk/Sisi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait