Kisah Pilu Mulyadi: 7 Anggota Keluarganya Tewas di Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Bantul
Nasional
Kecelakaan Bus Wisata di Imogiri

Proses pemakaman para korban tewas diiringi oleh isak tangis anggota keluarga mereka. Salah seorang warga Sukoharjo bernama Mulyadi merasakan kehilangan yang mendalam usai tujuh orang anggota keluarganya tewas dalam kecelakaan ini.

WowKeren - Kecelakaan maut bus pariwisata di Jalan Imogiri-Mangunan, Bantul, Yogyakarta, meninggalkan trauma dan duka bagi para korban. Sebanyak 13 orang dilaporkan meninggal dalam kecelakaan ini, termasuk sang sopir.

Proses pemakaman para korban tewas diiringi oleh isak tangis anggota keluarga mereka. Salah seorang warga Sukoharjo bernama Mulyadi merasakan kehilangan yang mendalam usai tujuh orang anggota keluarganya tewas dalam kecelakaan ini.

"Keluarga saya yang meninggal tujuh orang," ungkap Mulyadi, dilansir Suara.com pada Senin (7/2).

Ketujuh anggota keluarga Mulyadi yang meninggal dalam kecelakaan ini antara lain ibunya yang bernama Kasinem, lalu kakak kandungnya yang bernama Sugiyo beserta istrinya yang bernama Parijem. Cucu kakak Mulyadi, Arditya Revan, yang baru berusia 9 tahun juga dilaporkan meninggal dunia. Sedangkan tiga anggota keluarga Mulyadi lainnya dimakamkan di Wonogiri.

Pada saat kejadian, Mulyadi turut tergabung dalam rombongan family gathering perusahaan konveksi PT Adiva tersebut. Namun Mulyadi berada di bus lain yang tidak mengalami kecelakaan.


Menurut Mulyadi, bus yang mengalami kecelakaan tersebut sempat berhenti di tengah jalan hingga para penumpangnya turun. Setelah itu, para penumpang naik lagi dan bus kembali berjalan.

Bus pariwisata tersebut kemudian lepas kendali kala melewati turunan di kawasan Bukit Bego. Bus kemudian dihantamkan ke tebing untuk menghentikan lajunya.

"Saya duduk di bus depan. (Dalam) Bus yang menghantam tebing itu ada sekitar 40 orang," paparnya.

Diketahui, rombongan tersebut sedang dalam perjalanan menuju Pantai Parangtritis. Ada sekitar 100 orang yang tergabung dalam rombongan tersebut, mereka diangkut dengan menggunakan dua bus dan tiga mobil.

"Sudah dua tahun lebih tidak berwisata karena pandemi. Lalu teman-teman bilang lek piknik lek," tuturnya.

Sebelum berangkat, keluarga yang ikut disebutnya merasa sangat antusias. "Tidak ada firasat apa-apa. Keadaan baik-baik semua, dolan bareng (bermain bersama)," tukasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait