Heboh di Twitter, Ashanty Tanggapi Protes Emak-emak Soal Token Asix Dilarang Bappebti
WowKeren/Fernando
Selebriti

Ashanty memberi penjelasan terkait banyaknya orang yang salah paham soal Token ASIX yang diperdagangkannya. Bersama Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti, Tirta Karma Senjaya, Ashanty tegaskan hal ini.

WowKeren - Ashanty memberikan penjelasan terkait cuitan dari pihak Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) soal pernyataan larangan menjual Token ASIX. Ia sadar jika hal ini sempat menjadi perbincangan hangat di jagad Twitter.

Soal banyaknya ibu-ibu yang protes, Ashanty menegaskan satu hal. "Intinya kami ini bukan dilarang ya, tapi sedang dalam proses pendaftaran. Cuma karena kemarin bahasanya dilarang, jadi banyak yang salah interpretasi," ungkapnya saat ditemui WowKeren di kantor Bappebti, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (11/2).

CEO ASIX, MC Basyar juga sedikit menjelaskan perihal untung rugi bermain dalam bisnis kripto semacam ini. Menurutnya, Anang Hermansyah termasuk orang yang sangat kompeten dalam bidang ini.

"Di kripto itu ada istilah FUT. Jadi FUT itu tentang bagaimana pasar itu dibuat. Sebenarnya kalau market, Mas Anang ini luar biasa. Kan Mas Anang ini artis pertama yang membesarkan crypto asset. Dari liquidity awal 190 ribu US Dollar, sekarang ini sudah di angka 3 sampai 4 juta US Dollar. Jadi secara market sudah luar biasa. Nah, kalau ada yang bilang kami rugi, ya itu sudah biasa dalam kripto," paparnya.

Lebih lanjut soal keluhan para investor yang merasa dirugikan, Anang dan Ashanty punya satu jawaban yang sama. Keduanya menyebut jika memang para investor asli mengeluh rugi, maka sudah pasti mereka akan dihubungi secara langsung.


"Ya tadi ada fod-nya saya nggak bisa merekayasa itu semua dan tim nggak bisa merekayasa itu semua," terang Anang Hermansyah. "Karena investor yang bener pasti hubungin ke kita," timpal Ashanty.

Jika ada yang merasa dirugikan saat "bermain" kripto, menurut Ashanty seharusnya mereka harus mencari tahu ilmunya terlebih dahulu. Ia juga mengakui jika menjelaskan perihal kripto ini kepada orang yang kurang paham, pasti membutuhkan effort yang lebih.

"Dunia kripto ini kan memang kita nggak boleh baper, kita selalu bilang ke semua orang yang mau gabung sama kita do your own reseach. Artinya kita bukan pengendalian keuangan kalian untuk orang yang tau kripto enak jelasinnya, tapi untuk yang belum tahu memang ada sedikit kita lebih effort untuk memberikan pengetahuan lebih," beber Ashanty lagi.

Oleh karena itu, Ashanty sempat terkejut lantaran permasalahan ini sempat jadi heboh di Twitter. "Makanya kita sampai dateng ke Pak Tirta soal Twitter kemarin itu membuat kita seidkit syok karena banyak orang-orang yang tidak paham dan dipermainkan oleh FUD, orang yang memang tidak suka aja soal kenaikannya kan," tutupnya.

Senada dengan Anang dan Ashanty, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti, Tirta Karma Senjaya juga mengaku ada kesalahpahaman dalam tweet yang dibuat oleh pihaknya. Ia pun langsung meralat pernyataan kurang tepat tersebut.

"Kemarin itu mungkin terjadi kesalahpahaman. Mungkin dalam hal ini admin melihat dari sisi bahwa ASIX belum masuk daftar yang ada di Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020," tegas Tirta Karma Senjaya. "Pada prinsipnya, ASIX Token ini sebetulnya tidak dilarang, tapi masih dalam proses pendaftaran."

(wk/lara)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait