Dengan adanya sistem bagi hasil ini, perusahaan berharap akan memberi insentif kepada influencer untuk membuat konten yang lebih menarik bagi penggunanya.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 15 Februari 2022 - 15:59 WIB
WowKeren - Platform media sosial pada Senin (14/2) mengumumkan rencananya terkait pemasangan iklan. Snapchat akan segera memasang iklan dalam Stories dan berbagi keuntungan dengan influencer.
Dalam sebuah pernyataan, Snapchat mengatakan bahwa saat ini perusahaan sedang dalam proses pengujian beta fitur baru dengan sekelompok pembuat konten terpilih dari Amerika Serikat. Stories, menurut perusahaan telah mampu mengurangi batas pembuatan konten. Dengan Stories, akan membuka jalan untuk mendapatkan keuntungan secara finansial.
"Strories telah menurunkan penghalang terhadap pembuatan dan engagement konten," bunyi pernyataan itu. "Dan kami percaya menempatkan iklan dalam cerita publik Snap Star akan memungkinkan jalan yang lebih mudah menuju kesuksesan finansial."
Juru bicara Snap Inc. mengatakan kepada UPI jika fitur bagi hasil hanya akan berlaku untuk Snap Stars, yang merupakan figur publik yang "relevan secara budaya" atau pembuat konten dengan banyak pengikut di dalam dan di luar platform. Jumlah uang yang diterima pembuat konten akan didasarkan pada formula yang mungkin mencakup faktor-faktor seperti frekuensi posting dan keterlibatan pemirsa.
Terkait apakah pembuat konten akan memiliki kendali atas iklan yang muncul dalam Stories mereka, pihak perusahaan masih belum memberikan konfirmasi. Namun yang jelas, melalui rilis berita mereka, Snap Chat ingin mengapresiasi para pembuat konten atas kreativitas mereka.
"Kami berkomitmen untuk memberi penghargaan yang berarti kepada komunitas kami atas kreativitas mereka," kata perusahaan. "Dan terus mendukung pembuat konten saat mereka menumbuhkan pemirsa dan membangun bisnis mereka di Snapchat."
Dengan adanya sistem bagi hasil ini, perusahaan berharap akan memberi insentif kepada influencer untuk membuat konten yang lebih menarik bagi penggunanya. "Bagi pengiklan, ini merupakan peluang baru untuk menjangkau komunitas kami dengan penempatan baru yang bernilai tinggi," kata mereka.
Evan Spiegel, CEO Snap Inc., sebelumnya mengakui jika perusahaan harus bersaing dengan TikTok, Instagram, dan juga YouTube. "Namun kami juga memiliki area layanan yang berbeda, seperti peta atau platform AR kami, di mana kami melihat keterlibatan yang sangat kuat," kata Spiegel.
(wk/zodi)