Protes warga Wadas menolak aktivitas penambangan di desa mereka masih terus berlanjut. Meski begitu, dikabarkan warga wadas sendiri terpecah antara mendukung dan menolak aktivitas tambang.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 16 Februari 2022 - 16:56 WIB
WowKeren - Aksi penolakan warga Wadas atas aktivitas penambangan di desa mereka masih terus berlanjut. Tapi tampaknya ada perbedaan antara fakta di lapangan dengan data yang dimiliki pemerintah.
Hasil survei pemerintah yang termaktub dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Bendungan Bener mengungkapkan bahwa mayoritas warga Desa Wadas bersedia wilayahnya menjadi lokasi penambangan batu andesit. Dalam halaman 141 BAB II dokumen tersebut, dijelaskan terdapat 85,05 persen warga yang bersedia. Kemudian, 9,30 persen warga lain belum menjawab dan 4,55 persen lainnya tak menjawab.
"Kesediaan warga Desa Wadas cukup besar atas pertanyaan apabila lahannya dijadikan tempat pengambilan batu (andesit) ataupun dijadikan jalan angkut material," demikian dokumen Amdal yang terbit pada 2018 lalu, dilansir dari CNNIndonesia.com, Rabu (16/2).
Masih menurut data dari Amdal itu, tidak ada warga Wadas yang menolak apabila desanya menjadi lokasi tambang batu andesit. Data tersebut bersumber dari hasil Laporan Sosial Ekonomi Desain Lanjutan dan Sertifikasi Bendungan Bener pada 2015. Dalam AMDAL itu diklaim pemerintah telah melakukan sosialisasi ataupun menyebarkan data kuesioner.
"Pada dasarnya mereka setuju asal mendapat penggantian sesuai ketentuan yang berlaku," lanjut dokumen tersebut.
Belum ada pihak berwenang yang buka suara menanggapi data tersebut. Sementara, Kepala Balai Besar Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Dwi Purwantoro tak dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai Amdal tersebut.
"Nanti coba dikomunikasikan dengan Kepala Bidang PJSA yang menangani masalah tersebut, bapak Yossi," ujar Dwi.
Sementara itu, warga Wadas atau LBH Yogyakarta yang memberikan pendampingan hukum juga belum memberikan keterangan mengenai persentase soal penolak dan penerima tambang andesit.
Sebelumnya anggota Divisi Kampanye dan Jaringan LBH Yogyakarta, Dhanil Al Ghifary mengungkapkan selama ini warga Desa Wadas, Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah tak pernah menolak pembangunan Bendungan Bener. Warga Desa Wadas itu selama ini hanya menolak rencana pertambangan andesit yang nantinya akan dijadikan material bangunan bendungan tersebut.
(wk/amel)