Serangan Rusia ke Ukraina Picu Kecemasan Global, Indonesia Juga Tak Bisa Lolos dari Dampaknya
NurPhoto/Celestino Arce
Nasional

Indonesia tak bisa dihindari juga ikut merasakan dampak dari aksi serangan Rusia ke Ukraina. Sejumlah sektor perekonomian, termasuk IHSG dan arus perdagangan juga ikut terdampak.

WowKeren - Berbagai dampak ekonomi yang signifikan terjadi usai Presiden Rusia, Vladimir Putin melakukan serangan ke Ukraina. Mulai dari bursa saham anjlok hingga sanksi ekonomi dari dunia barat yang menargetkan lini strategis Rusia.

Tapi, dampak ekonomi tak hanya dirasakan Rusia saja. Sejumlah negara, termasuk Indonesia juga merasakan dampak dari invasi militer tersebut. Tidak hanya dari segi minyak dan gas (migas), pasar modal hingga pasar uang pun terkena dampak perang yang telah menelan korban jiwa tersebut.

Melansir Cnnindonesia.com, harga minyak dunia meroket menembus US$105 per barel pada akhir perdagangan Kamis (24/2) waktu AS pasca Rusia melancarkan serangan militer ke Ukraina. Harga tersebut menembus level tertingginya sejak 2014 silam. Kenaikan harga internasional tersebut bakal berdampak pada harga BBM di Indonesia lantaran mayoritas pasokan minyak RI berasal dari impor.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi menyampaikan dampaknya konflik geopolitik tersebut ke dompet Pemerintah RI tak terhindarkan. Agung Pribadi menyebut bahwa selama enam bulan terakhir saja harga minyak Indonesia menunjukkan tren kenaikan.

Selain harga BBM, nilai tukar rupiah juga tak bisa terhindar dari fluktuasi nilai imbas kondisi tak menentu terkait langkah selanjutnya yang akan dilakukan Rusia ke Ukraina. Pada perdagangan Kamis (24/2) misalnya, rupiah melemah 0,37 persen menjadi Rp14.391 per dolar AS. Namun, pada perdagangan pagi ini rupiah menguat tipis 8 poin ke Rp14.383 akibat spekulasi perang besar tak akan terjadi karena AS dan Uni Eropa memilih menghukum Rusia secara ekonomi.

Usai pengumuman invasi Rusia ke Ukraina, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau bursa saham RI juga sempat anjlok. IHSG terpantau jeblok 2,04 persen pukul 13.47 WIB pada Kamis (24/2) menjadi 6.776. Mengutip RTI Infokom, sebanyak 535 saham terkoreksi. Sementara, hanya 68 saham yang menguat dan 70 saham stagnan.


Analis Artha Sekuritas, Dennies Christoper Jordan mengungkapkan pelaku menahan transaksi beli karena melihat perkembangan Rusia dan Ukraina. Pasar khawatir serangan Rusia ke Ukraina akan mengganggu pemulihan ekonomi global. "Yang jelas perekonomian global akan terganggu," ujar Dennies.

Sementara itu, ekonom Bank Mandiri, Faisal Rachman menyebut ketegangan Rusia-Ukraina dapat mengganggu arus perdagangan Indonesia dengan kedua negara tersebut. Eskalasi yang memanas dapat menghambat ekspor Indonesia ke Rusia dan Ukraina.

Melihat data Badan Pusat Statistik (BPS), perdagangan RI dengan Rusia cukup besar. Nilai ekspor Indonesia ke Rusia mencapai US$176,5 juta atau setara Rp2,52 triliun (kurs Rp14.300 per dolar AS) per Januari 2022. Angka itu tumbuh hingga 58,69 persen dibandingkan nilai ekspor per Desember 2021 yang hanya US$111,2 juta.

Nilai ekspor Indonesia ke Rusia periode Januari 2022 juga jauh lebih tinggi dibandingkan Januari 2021 yang naik 60,29 persen. Mayoritas komoditas yang diperdagangkan Indonesia dengan Rusia, antara lain lemak dan minyak hewan, karet, hingga barang dari karet.

Untuk lemak dan minyak hewan nilainya mendominasi produk ekspor Tanah Air yang mencapai US$102,4 juta. Sementara karet dan barang dari karet berkontribusi sebesar US$11,1 juta.

Di sisi lain, ekspor Indonesia ke Ukraina pada Januari 2022 justru turun signifikan hingga 83,78 persen dibandingkan Desember 2021. Tercatat, ekspor Indonesia ke Ukraina mencapai US$33,1 juta pada Desember 2021. Namun, nilai ekspor pada Januari 2022 hanya US$5,4 juta.

Sejumlah komoditas yang diekspor RI ke Ukraina adalah lemak dan minyak hewan sebesar US$933 ribu, alas kaki sebesar US$571 ribu, kertas dan barang sejenisnya US$556 ribu, kakao dan olahannya US$451 ribu, dan barang-barang lain US$2,8 juta.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait