Unjuk Rasa Serukan Perdamaian, WN Rusia di Bali Kecewa Pada Keputusan Putin Serang Ukraina
Nasional

Puluhan warga negara (WN) Ukraina menggelar aksi solidaritas di depan Kantor Konsulat Ukraina di Denpasar, Bali, pada hari ini. Mereka membawa banyak spanduk yang menyerukan penghentian perang.

WowKeren - Operasi militer yang dilancarkan Rusia ke Ukraina kini tengah disorot oleh seluruh dunia. Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM) bahkan melaporkan setidaknya ada 406 korban sipil yang dilaporkan oleh Ukraina atas serangan dari Rusia per Senin (28/2).

Meski demikian, tidak semua orang Rusia setuju atas keputusan Presiden Vladimir Putin untuk menyerang Ukraina. Salah seorang warga Rusia bernama Dima Kazantev yang kini berada di Bali mengecam keras perang tersebut.

"Saya dan warga Rusia lainnya sangat kecewa dengan apa yang terjadi, ketika semua itu dimulai saya tidak bisa tidur, tidak hanya tetangga kami," ungkapnya dalam aksi unjuk rasa di depan Konsulat Jenderal Ukraina di Denpasar pada Selasa (1/3) hari ini.

Dima meneteskan air mata karena peristiwa ini telah menelan banyak korban baik dari pihak Rusia maupun Ukraina. "Dari hati kami juga tidak menginginkan perang ini," tuturnya.


Menurut Dima, operasi militer ke Ukraina juga menuai pro-kontra di Rusia sendiri. Hal ini tampak dari adanya 15 warga di Rusia yang ditangkap dan ditahan karena menggelar demonstrasi penolakan invasi.

"Untuk Putin mungkin dia punya penilaian sendiri, tapi saya membencinya (perang), saya dengar orang Rusia yang menyuarakan agar damai, ke jalanan ditahan oleh polisi selama 10 hingga 15 hari. Jujur saja saya aku ingin mendukung semua orang untuk damai, bukan hanya orang Ukraina dan Rusia, tapi orang di seluruh dunia," paparnya. "Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan, tapi yang ku tahu Putin menggila, dia pikir negara bekas Soviet adalah negaranya juga, tapi tidak begitu mereka adalah negara berdaulat, semua orang ingin hidup damai. Hentikan (perang) ini."

Sebagai informasi, puluhan warga negara (WN) Ukraina menggelar aksi solidaritas di depan Kantor Konsulat Ukraina di Denpasar pada hari ini. Mereka membawa banyak spanduk yang menyerukan penghentian perang.

Konsul Kehormatan Republik Ukraina di Bali, I Nyoman Astama, mengatakan bahwa aksi tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan moril. Para peserta aksi disebutnya ingin menyuarakan perdamaian dengan harapan pesan tersebut bisa sampai ke dunia internasional.

"Mereka menunjukkan solidaritas kepada negaranya saudara-saudaranya, bahwa mereka tidak ingin perang, mereka cinta damai, sama kalau negara kita mengalami perang, kita tidak ada di sana, apa yang yang bisa kita lakukan, ya memberikan dukungan moril," tuturnya. "Kita mengharapkan pesan ini sampai kepada para pemimpin mereka, mereka mengharapkan terjadi perundingan yang menemukan titik temu dan bisa mencapai kesepakatan perdamaian, itu harapannya."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait