Kenaikan harga komoditas bahan pokok seperti gula, kedelai, hingga cabai menjelang bulan Ramadhan menjadi hal yang kerap terjadi. Pemerintah pun menerapkan sejumlah kebijakan.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 04 Maret 2022 - 10:36 WIB
WowKeren - Seperti yang diketahui, setiap menjelang hari bulan Ramadhan, komoditas bahan pokok seperti gula, kedelai, hingga cabai pun mengalami kenaikan. Seperti yang terjadi belakangan ini, di mana harga kedelai sempat melambung tinggi hingga membuat perajin mogok kerja.
Mengenai hal tersebut, Satgas Pangan Polri mengungkapkan penyebab kenaikan harga gula hingga kedelai menjelang bulan Ramadhan. Adapun kenaikan komoditas bahan pokok tersebut disebut lantaran dipengaruhi oleh negara lain.
"Khusus bahan-bahan pokok yang sebagian besar masih dipenuhi dari impor seperti kedelai, gula dan daging, kenaikan dipengaruhi oleh naiknya harga di negara asal," tutur Kasatgas Pangan Polri Irjen Pol Helmy Santika kepada wartawan, Jumat (4/3).
Lebih lanjut, Helmy menyatakan bahwa pemerintah juga menyikapi kenaikan harga komoditas barang pokok tersebut dengan mengendalikan distribusi. Selain itu, pihaknya juga menggelar operasi pasar.
"Menyikapi kenaikan tersebut telah ada berbagai kebijakan pemerintah dengan tujuan ketersediaan, distribusi dan harga terkendali dengan baik, diantaranya dengan menugaskan BUMN dan melaksanakan operasi pasar," papar Helmy.
Dengan begitu, kata Helmy, harga masih bisa terkendali dan terjangkau oleh masyarakat. Kemudian ia mengatakan bahwa kenaikan harga cabai rawit merah dipengaruhi oleh faktor alam.
Menurut Helmy, curah hujan yang tinggi terjadi di saat musim panen. Adapun yang dimaksud adalah komoditi musiman seperti cabai rawit merah, kenaikan lebih disebabkan lantaran musim dan masa panen, pada saat curah hujan tinggi, dan berakhirnya musim panen, maka harganya akan cenderung mengalami kenaikan.
"Terlebih, dihadapkan meningkatnya permintaan karena puasa dan lebaran," ungkap Helmy. Sebelumnya, harga daging pun juga mengalami kenaikan signifikan yakni berada di angka Rp165 ribu per kg.
Meski demikian, Kementerian Pertanian (Kementan) sebelumnya memastikan bahwa ketersediaan pasokan daging akan mencukupi hingga lebaran 2022 nanti. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Kementan Nasrullah.
(wk/tiar)