Kenaikan harga cabai rawit kini telah melampaui Rp 100 ribu rupiah di sejumlah wilayah di Indonesia. Kemendag turut buka suara soal kenaikan harga cabai di pasaran.
- Amelia Nur Fatimah
- Senin, 07 Maret 2022 - 17:28 WIB
WowKeren - Sejumlah harga bahan pokok kini mulai naik. Salah satunya adalah harga cabai. Bahkan di sejumlah daerah, harga cabai rawit bisa mencapai lebih dari Rp 100 ribu.
Untuk jenis cabai rawit merah, terpantau masih melonjak dengan harga rata-rata Rp 73.700 per kilogram (kg). Mengutip hargapangan.id, per Minggu (7/3), di wilayah Timur Indonesia harga cabai rawit merah tembus Rp 100 ribu per kg. Harga tertinggi berada i di Provinsi Maluku, yakni Rp 132.500 per kg. Di Papua per kg, serta di Kalimantan Utara Rp 130.000 per kg.
Harga cabai rawit merah yang melambung juga terjadi di sejumlah wilayah lainnya di Pulau Jawa. Di DKI Jakarta misalnya, cabai rawit merah dihargai Rp 57.900 per kg, di Jawa Barat Rp 52.100 per kg, di Banten Rp 56.100 per kg, dan di Yogyakarta Rp 51.900 per kg.
Sementara itu, berdasarkan data Info Pangan Jakarta, harga cabai rawit merah di Jakarta dijual Rp 77.243 per kg. Harganya naik Rp 5.788 dibandingkan harga jual pada Sabtu (5/3) kemarin.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan bahwa kenaikan harga cabai di pasaran yang kini tengah terhadi hanya bersifat sementara. Oke Nurwan menyebut bahwa kenaikan harga tidak akan berlangsung lama tahun baru yang lalu. Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak perlu terlalu khawatir.
"Kenaikan harga cabai juga ini hanya sementara. Nggak kaya tahun baru waktu itu," ujar Oke Nurwan pada Senin (7/3), melansir Okezone.com.
Oke Nurwan menjelaskan bahwa naiknya harga cabai sekarang ini lantaran pergeseran musim hujan, di mana harusnya berakhir di Februari, namun masih berlanjut hingga Maret ini. Karena itu akhirnya mengakibatkan para petani mengalami gangguan panen.
Sebelum cabai rawit, harga minyak goreng, kedelai hingga daging sapi diketahui juga mengalami kenaikan. Kenaikan harga sejumlah bahan pangan itu pun disebabkan berbagai hal.
(wk/amel)