Salah satu pemimpin partai politik di Korea Selatan mengalami serangan jelang pemilu pada 9 Maret mendatang. Ketua parpol itu pun harus dirawat di rumah sakit dan menerima sejumlah jahitan.
- Amelia Nur Fatimah
- Senin, 07 Maret 2022 - 21:05 WIB
WowKeren - Korea Selatan kini sedang dalam masa Pemilu 2022. Sayangnya, penyelenggaraan pemilu di Korea Selatan juga tak luput dari sejumlah persoalan. Terbaru, seorang pemimpin partai berkuasa di Korea Selatan jadi korban penyerangan.
Song Young-gil, Ketua Partai Demokrat yang berkuasa di Korea Selatan berakhir dibawa ke rumah sakit usai diserang oleh seorang pria pada Senin (7/3). Pria itu melakukan penyerangan dengan benda seperti palu kecil saat rapat umum untuk calon presiden Lee Jae-myung berlangsung. Hal itu terjadi hanya kurang beberapa hari menjelang pemilihan negara itu.
Song Young-gil akhirnya dirawat di rumah sakit terdekat di ibu kota Seoul dan menerima beberapa jahitan. Meski begitu, Song Young-gil tampaknya telah terhindar dari cedera serius.
Lee Jin-woo, seorang pejabat dari Badan Kebijakan Metropolitan Seoul, mengatakan bahwa petugas sedang menanyai penyerang tak dikenal yang berusia sekitar 70 tahunan itu yang ditahan di tempat kejadian.
Video yang diambil oleh saksi dan diposting di media sosial menunjukkan pria tua itu mengenakan topi bertepi dan pakaian hanbok tradisional Korea, menyelinap di belakang Song dan memukulnya beberapa kali dengan benda seperti palu kecil sebelum ditangani oleh orang-orang di sekitar. Benda tersebut tampak seperti palu yang dibungkus dengan kantong plastik.
Park Min-soo, seorang pejabat Partai Demokrat, mengatakan Song menerima empat hingga lima jahitan dan kemungkinan akan dirawat di rumah sakit semalaman. Rumah Sakit Severance, yang merawat Song, menolak untuk memberikan informasi tentang kondisi kesehatannya, dengan alasan masalah privasi.
Partai tersebut mengeluarkan pernyataan yang mengatakan pihaknya mengutuk keras serangan terhadap Song. Lee Jae-myung, kandidat presiden dari Partai Demokrat menyebut tindakan tersebut sebagai ancaman serius bagi demokrasi.
"Kekerasan merusak demokrasi, itu tidak akan pernah bisa diterima," ujar Lee pada rapat umum lain di kota pelabuhan tenggara Busan sambil berharap agar Song cepat pulih.
Yoon Suk Yeol, kandidat oposisi konservatif yang bersaing ketat dan sengit dengan Lee Jae-myung menjelang pemungutan suara pada hari Rabu (9/3) mendatang juga mengeluarkan pernyataan mengenai peristiwa tersebut. "Setiap tindakan kekerasan yang mengganggu pemilu tidak dapat dibenarkan," ucap Yoon di Facebook.
(wk/amel)