Sebanyak 144 patok batas RI-Malaysia di Kalimantan Barat dilaporkan hilang. Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 144/JY pung mengungkap penyebab hilangnya sejumlah patok tersebut.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 09 Maret 2022 - 16:14 WIB
WowKeren - Komandan Satuan tugas pengamanan perbatasan (Dansatgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif 144/JY, Letkol Inf Andri Suratman mengungkap ada 144 patok batas RI-Malaysia yang hilang di Kalimantan Barat. Jumlah itu ditemukan selama Andri bertugas mengamankan perbatasan RI sejak 1 Juni 2021 hingga 28 Februari 2022, di wilayah Timur, Kalimantan Barat.
Informasi itu disambaikan Andri Suratman pada Rapat koordinasi dengan Tim Kemenko Polhukam, di Gedung DPRD Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa (8/3). Andri mengungkapkan, jumlah patok batas di wilayah penugasan operasi Yonif 144/JY di tiga kabupaten wilayah Timur Kalimantan Barat sebanyak 2.416 patok batas. 77 patok batas di antaranya dalam kondisi rusak dan sebanyak 144 patok dinyatakan hilang.
"Berkali-kali kami melakukan patroli memastikan keberadaan patok batas, namun tidak ditemukan dan kami nyatakan 144 patok batas RI-Malaysia hilang, itu sudah kami sampaikan berjenjang kepada pimpinan," ujar Letkol Inf Andri Suratman, seperti dilansir Antara.
Andri menyebut bahwa hilangnya patok batas tersebut disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya disebabkan karena kondisi alam. "Banyak hilang karena faktor alam longsor dan sebagainya," sambungnya.
Andri turut mengungkap adanya 31 jalur tidak resmi atau yang biasa dikenal dengan istilah "jalan tikus" di daerah perbatasan RI-Malaysia, di wilayah operasinya. Selain itu, Andri kemudian juga sedikit membahas soal aktivitas penyelundupan yang terjadi di daerah perbatasan.
"Kami lakukan patroli secara rutin, kami juga menggagalkan penyeludupan satu unit mobil mewah asal Malaysia, yang saat ini sudah di lelang dengan harga kurang lebih Rp1 miliar," ucapnya.
Ada beberapa hal menonjol yang terjadi di daerah perbatasan di antaranya masih ditemukan penyeludupan minuman keras, narkoba jenis sabu, rokok ilegal serta kepemilikan senjata api masyarakat secara ilegal. Meski begitu, Andri mengakui rasa nasionalisme dan patriotisme warga perbatasan cukup tinggi. Andri mengungkap warga perbatasan turut serta menjaga kedaulatan NKRI, rasa memiliki dan kebanggaan terhadap NKRI cukup tinggi.
"Saat ada patok batas rusak atau bergeser oleh aktivitas perkebunan sawit, warga melaporkan kepada kami, meski pun mereka (warga) sebagai karyawan kebun sawit Malaysia, namun warga perbatasan memiliki rasa menjaga dan memiliki atas kedaulatan NKRI," pungkas Andri.
(wk/amel)