Sarah Sechan Akui Tak Peduli Soal Artis Heboh PFW, Justru Lebih Fokus Soroti Berita Ini
Instagram/sarsehshoku
Selebriti

Sarah Sechan mengungkapkan bahwa ia tak mempedulikan soal kehebohan Paris Fashion Week 2022. Namun, Sarah Sechan mengaku bahwa ia lebih menyoroti berita ini.

WowKeren - Belakangan ini para artis Indonesia terlihat heboh soal Paris Fashion Week 2022. Tidak sedikit pro dan kontra yang menyelimuti kehebohan Paris Fashion Week 2022 tersebut. Namun berbeda dari artis lainnya, Sarah Sechan justru lebih memilih untuk menanggapi soal lain.

Melalui Instagram Story, Sarah Sechan mengungkapkan bahwa ia tak peduli kabar tentang Paris Fashion Week 2022. Sarah Sechan justru lebih menyoroti berita tentang perubahan aturan karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

"Gaesss yang dm saya tentang siapa yang tampil di PFW dan siapa yang bukan: saya gak terlalu mikirin," tulis Sarah Sechan di Instagram Story, Selasa (8/3).

"Terserah siapa yang koprol di situ atau yang sekedar numpang lewat pintu masuk," sambung Sarah Sechan. "Saya cuma peduli sama berita ini: karantina satu hari masuk Indonesia mulai kapan sebetulnya."


Sarah Sechan Akui Tak Peduli Soal Artis Heboh PFW, Justru Lebih Fokus Soroti Berita Ini

Instagram Story

Dalam unggahan itu, Sarah Sechan terlihat melampirkan sebuah artikel yang mengabarkan soal perubahan aturan karantina tersebut. Berita itu menyinggung soal karantina turis dari luar negeri hanya satu hari saja.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 da Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo sudah mengarahkan masa karantina bagi pelaku yang akan dan pulang dari perjalanan umroh, serta Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dikurangi menjadi satu hari mulai Selasa (8/3).

"Arahan Presiden, karantina sudah dikurangi jadi 1 hari untuk umroh dan PPLN mulai dari besok dengan SE (Surat Edaran) dari BNPB yang baru. Tentunya apabila ditemukan positif langsung dilakukan isolasi," kata Airlangga.

Selain itu, Airlangga juga melaporkan kasus konfirmasi harian di luar Jawa-Bali, telah menunjukkan penurunan. Airlangga menjelaskan, saat puncak gelombang ketiga pada 23 Februari lalu, kasus konfirmasi harian sebesar 19.807 kasus dan jumlah pada 6 Maret kemarin hanya 8.158 kasus.

(wk/dess)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait