Demo Tolak Pemekaran Papua di Istana Ricuh, Massa Hingga Aparat Ikut Terluka
Nasional

Massa penolak pemekaran Papua yang menggelar aksi demo di depan Istana berakhir bentrok dengan aparat. Alhasil, sejumlah massa aksi dan seorang aparat pun terluka dalam kejadian tersebut.

WowKeren - Sejumlah massa pendemo dari mahasiswa Papua melakukan aksi demo di depan Istana. Massa berunjuk rasa menolak pemekaran Papua. Aksi demo itu pun akhirnya berujung bentrok dan ricuh.

Sebanyak lima orang massa aksi dikabarkan terluka saat bentrok dengan aparat kepolisian di Jalan Veteran III di dekat kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (11/3). Bahkan ada pengunjuk rasa perempuan yang pingsan imbas dari bentrok dengan aparat.

"Ada yang terluka sampai merah, itu kawan laki-laki. Ada yang bajunya sampai robek. Ada sekitar lima orang (terluka) ada cewek yang dipukul sampai pingsan," kata salah seorang massa aksi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengklaim tidak ada aksi pemukulan yang dilakukan aparat. "Polisi tidak ada melakukan pemukulan terhadap pedemo," kata Zulpan.

Kericuhan antara massa dan aparat terjadi dua kali. Prtama, saat massa menerobos barikade petugas karena hendak menuju Kantor Kemendagri. Kericuhan kedua saat petugas hendak membubarkan massa. Sebelum massa bubar, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi bicara melalui mikrofon untuk memberi peringatan massa.


Pada peringatan pembubaran pertama dan kedua, para demonstran masih belum beranjak dari lokasi. Pada peringatan ketiga, demonstran mulai mendorong aparat yang hendak mengamankan mereka hingga kericuhan pun tak terhindarkan.

Pendemo dan polisi saling dorong karena massa mahasiswa Papua memaksa demonstrasi di depan Istana Merdeka. Hengki menjelaskan, dalam aturan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum, diatur mengenai aturan lokasi demo tidak boleh dilakukan di objek vital.

"Mereka memaksa demo di kawasan istana. Kami sudah berikan imbauan secara persuasif. Demo 500 meter di objek vital nasional, termasuk istana," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi, Jumat (11/3) melansir Detik.com.

Tak hanya para mahasiswa, kericuhan demo ini mengakibatkan Kasat Intel Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Ferikson Tampubolon terluka. Ferikson dipukul oleh salah satu pendemo hingga berdarah.

Ferikson kemudian dibawa ke rumah sakit. Saat ini ia tengah mendapatkan perawatan dokter. "Luka robek di bagian kepala," pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait