Ngaku Lunas, Venna Melinda dan Ferry Ternyata Masih 'Dikejar' Utang Hingga Rp 95 Juta?
instagram/hijrahwedding
Selebriti
Romansa Ferry Irawan dan Venna Melinda

Permasalahan Venna Melinda dan Ferry Irawan dengan WO milik Elma Theana rupanya belum kunjung usai. Elma Theana berikan pengakuan bahwa keduanya belum melunasi utang sebesar Rp 95 Juta.

WowKeren - Seperti diketahui, menjelang pernikahan Venna Melinda dan Ferry Irawan kala itu keduanya sempat terlibat cekcok dengan wedding organizer (WO) yang dinanungi oleh Elma Theana dan Dian Komalasari. Sampai akhirnya Venna dan Ferry sepakat tak lagi memakai WO Elma Theana.

Keduanya bekerja sama hanya sampai di momen pertunangan saja. Ketika menggelar pernikahan pada Senin (7/3) lalu, Venna dan Ferry disebut tak lagi menggunakan WO Elma Theana. Namun permasalahan antara kedua pihak belum sepenuhnya usai.

Menurut penuturan Elma Theana, sebelumnya Venna dan Ferry telah menandatangani kontrak dengan vendor-vendor terkait. Namun, batalnya kerja sama mereka akhirnya membuat pihak WO harus menanggung kerugian.

"Jadi ini vendor-vendor yang ditandatangani Ferry contohnya ini Redberry, nilainya dari Redberry Rp 96 Juta," terang Elma Theana dalam sebuah kesempatan. Lebih lanjut, Elma juga menjelaskan terkait nominal di atas yang belum dilunasi oleh Venna dan Ferry.

Sebelumnya pihak Venna dan Ferry mengakui bahwa mereka sudah melunasi utangnya h-7 pernikahan digelar. Namun utang yang dibayar tersebut hanyalah tanggungan pribadi Venna sendiri. Tetapi untuk operasional WO yang dibatalkan belum lunas.


Dian sendiri juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah membayar biaya operasional untuk kepentingan kru. Hanya saja belum terbayar lunas. Mereka tetap menunggu pihak Venna dan Ferry.

"Terus terang dari tim kami sudah menjapri mas Ferry, katanya sedang dipelajari dulu. Namun, Alhamdulillah karena ada beberapa yang simpati kepada Madeena (WO), akhirnya ikut mensponsori untuk membayar biaya operasional kepada kru," jelas Dian.

Sementara itu, Venna dan Ferry sempat mempertanyakan terkait rencana anggaran belanja (RAB) yang muncul belakangan. Bukan tanpa alasan, Elma Theana pun beberkan perihal tersebut secara rinci.

"Ini kan RAB-nya lebih kepada operasional seperti nganterin baju, taksi, ngambil baju, itu harus laundry, jadi untuk nilai-nilai seperti itu apakah harus laporan," ujar Elma Theana.

"Dilaporkannya secara berkala dan dirinci, jadi kita kumpulin dulu selama dua minggu. Kenapa belum dilaporkan, jadi harus dikumpulin dulu, kita kesepakatan waktu itu melaporkan berkala selama dua minggu," pungkasnya.

(wk/devi)

You can share this post!

Related Posts