Viral seorang bayi berusia 15 bulan di Jeneponto mengalami pendarahan pada bagian inti dan diduga jadi korban pencabulan. Gubernur Sulawesi Selatan pun ikut buka suara soal kasus tersebut.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 16 Maret 2022 - 13:32 WIB
WowKeren - Media sosial dihebohkan dengan kabar dugaan aksi pencabulan seorang bayi yang baru berusia 15 bulan. Bayi 15 bulan itu mengalami pendarahan di bagian organ itimnya.
Kejadian itu terungkap pertama kali lewat cerita yang dibagikan oleh akun Facebook bernama Sheriena Dewie yang merupakan tante dari bayi malang tersebut. Sheriena membagikan kejadian yang menimpa keponakannya pada Minggu (13/3) lalu.
Dalam postingan, ia juga turut membagikan foto-foto korban saat dirawat di rumah sakit. Sheriena mengatakan, keponakannya mengalami pendarahan hebat.
"Keponakanku masuk rumah sakit karena dilecehkan setan berwujud manusia. Nyawanya terancam (karena) pendarahan hebat," tulis Sheriena.
Korban awalnya dirawat di RSUD Lanto Daeng Pasewang dan kini sudah dirujuk ke Rumah Sakit Unhas Makassar. Pihak keluarga pun kini telah melaporkan dugaan kasus pencabulan itu kepada pihak kepolisian.
Berdasarkan postingan Sheriena yang lain, laporan dibuat di Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan pada Senin (14/3). Dengan dugaan pelaku telah melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.
Di lain pihak, humas RSUD Latopas Jeneponto, Jamilah juga mengkonfirmasi kabar tersebut. Meski begitu, Jamilah juga belum mengetahui pasti apa penyebabnya anak tersebut mengalami pendarahan.
"Iya, ada anak yang kita rawat tapi kita belum tau itu akibat apa, kita masih menunggu psikonya dokter Hariadi. Kita belum bisa memastikan pak karena keluarganya saja belum ada laporan polisi," ujarnya
Sementara itu, Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Jeneponto, Nur Aliah membenarkan adanya anak yang mengalami pendarahan. Pihaknya juga sudah mengunjungi korban. "Korban dirawat di Rumah Sakit karena alat vitalnya sakit dan mengeluarkan darah saat buang air kecil," bebernya.
Kabar dugaan pelecehan yang menimpa bayi 15 bulan ini juga terdengar sampai ke telinga Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Ia menyampaikan rasa prihatin dan meminta kasus tersebut diusut tuntas.
"Kami meminta agar aparat penegak hukum segera menangkap pelaku kejahatan seksual pada anak. Ini kejahatan yang sangat tidak manusiawi terhadap anak di bawah umur," pungkas Andi.
Ia pun menginstruksikan agar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3A PPKB) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan pendampingan terhadap korban. Gubernur pun menginstruksikan tim Andalan Sulsel Peduli untuk mendampingi sekaligus memberikan bantuan kepada korban.
(wk/amel)