Fadli Zon Merasa Difitnah Usai Dikaitkan Dengan Terduga Teroris Gegara Foto Lawas
Nasional

Isu tersebut muncul usai adanya foto lawas Fadli yang menyerahkan donasi kepada Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Suriah pada tahun 2015.

WowKeren - Anggota DPR RI Fadli Zon diisukan terkait dengan seorang terduga teroris yang baru-baru ini tewas dalam penyergapan Densus 88, dr Sunardi. Isu tersebut muncul usai foto lawas Fadli yang menyerahkan donasi kepada Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Suriah pada tahun 2015 kembali beredar.

Foto tersebut diunggah oleh akun Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI). Sedangkan dr Sunardi yang merupakan penanggungjawab HASI baru-baru ini disebut menjadi terduga teroris dan ditembak mati Densus 88.

Fadli lantas memberikan klarifikasi dan membantah isu tersebut. Menurut Fadli, isu ini bermula dari cuitan seorang buzzer yang menggambarkan dirinya seolah-olah memiliki kaitan dengan seorang terduga teroris.

"Sebagai Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Korpolkam, 2014-2019), setiap hari saya menerima berbagai delegasi bahkan hingga puluhan orang," ungkap Fadli dalam keterangannya di Twitter. "Delegasi masyarakat yang saya terima mewakili berbagai spektrum golongan dan kepentingan, baik untuk keperluan audiensi, penerimaan pengaduan, maupun courtesy call."

Fadli lantas mengaku bahwa sebagai seorang wakil rakyat, dirinya selalu bersikap terbuka terhadap seluruh anggota masyarakat terlepas suku, ras, agama, dan afiliasi politik mereka. Menurutnya, hal tersebut merupakan tugasnya sebagai seorang anggota DPR RI.



"Pada 28 Mei 2015, saya bersama Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), @Fahrihamzah menerima permintaan delegasi kemanusiaan dari Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) yang dipimpin oleh Ustadz Bachtiar Nasir (UBN)," papar Fadli. "Mereka menyampaikan perkembangan situasi pengungsi Suriah di perbatasan Turki yang membutuhkan bantuan dari masyarakat Indonesia. Mereka menggalang dana untuk rumah sakit darurat, makanan, serta pakaian bagi pengungsi korban perang."

Fadli dan Fahri kemudian diminta untuk menjadi representasi pimpinan wakil rakyat untuk secara simbolik menyerahkan bantuan kemanusiaan tersebut kepada FIPS. Fadli menegaskan bahwa setiap kegiatan yang ia lakukan sebagai anggota DPR selalu didokumentasikan sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.

"Sebagai catatan, semua dana yang tertera dalam simbol (USD 20,000) adalah dana yang dikumpulkan oleh FIPS dari masyarakat Indonesia, bukan sumbangan pribadi saya atau Saudara Fahri Hamzah," terangnya. "Saya dan Saudara Fahri Hamzah kenal dengan tiga anggota delegasi FIPS, yaitu Ustadz Bachtiar Nasir, Mustofa Nahra, serta pengacara Achmad Michdan. Namun, empat orang lainnya saya tidak kenal."

Fadli mengaku dirinya menerima delegasi FIPS sebagai bentuk dukungan terhadap aksi kemanusiaan. Dirinya juga sempat diminta untuk menyerahkan bantuan secara simbolik kala masyarakat Indonesia menyumbang rumah sakit di Gaza.

"Upaya untuk mengait-ngaitkan dgn terduga teroris adalah fitnah belaka. Secara politik, saya menganggap ini adalah fitnah yg kotor, sama seperti kalau ada orang yang mencoba mengaitkan Presiden @jokowi dengan terorisme hanya karena pernah menerima terduga teroris Farid Okbah di Istana," tegasnya. "Penjelasan ini saya buat untuk menepis fitnah sejumlah orang yang secara insinuatif berusaha memutarbalikan dukungan saya terhadap aksi kemanusiaan seolah adalah bentuk dukungan terhadap terorisme. Itu fitnah yang sangat kotor dan keji sekali."

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts