Singapura Sebut Ustaz Abdul Somad Penceramah Ekstremis, Fadli Zon Kritik Sikap Menghakimi Sepihak
Twitter/fadlizon
Nasional

Pemerintah Singapura telah menjelaskan alasan menolak UAS masuk ke negaranya. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Singapura menyoroti ceramah UAS soal bom bunuh diri dalam konteks konflik Israel-Palestina.

WowKeren - Ustaz Abdul Somad alias UAS baru-baru ini mengaku hendak dideportasi dari Singapura. Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo, lantas menjelaskan bahwa UAS tidak mendapat izin masuk Singapura, sehingga diminta untuk kembali ke Tanah Air.

Pemerintah Singapura sendiri belakangan menjelaskan alasan menolak UAS masuk ke negaranya. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Singapura menyoroti ceramah UAS soal bom bunuh diri dalam konteks konflik Israel-Palestina.

"Somad dikenal sebagai penceramah ekstremis dan mengajarkan segregasi, yang tidak dapat diterima dalam masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura. Misalnya, Somad telah mengkhotbahkan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi 'syahid'," demikian pernyataan Kemendagri Singapura.

Penjelasan Singapura tersebut lantas ditanggapi oleh anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon. Menurut Fadli Zon, sikap Singapura bisa membuat orang-orang memandang negara tersebut memiliki sikap Islamofobia.



"Sikap Singapura yang menghakimi sepihak menunjukkan negara itu tak menghormati hubungan bertetangga baik. Orang bisa berpandangan bahwa Singapura terpapar Islamofobia bahkan rasis," ujar Fadli Zon kepada awak media pada Rabu (18/5).

Lebih lanjut, Fadli Zon mempertanyakan hak Singapura dalam "menghakimi" UAS. Fadli Zon menegaskan bahwa UAS selama ini tidak terlibat kasus hukum di Indonesia.

"UAS dikenal sebagai seorang ulama terkemuka, intelek dan berwawasan kebangsaan yang luas. Tak ada kasus hukum di Indonesia. Hak apa negara negara itu menghakimi UAS?" tegas Fadli Zon.

Politisi Gerindra tersebut lantas mengkritik sikap Singapura yang juga merupakan negara anggota ASEAN seperti Indonesia. Ia pun menyinggung soal citra Indonesia di ASEAN.

"Ini pelecehan terhadap WNI khususnya ulama Indonesia. Selain tak demokratis, sikap Singapura jauh dari spirit ASEAN," tukasnya. "Ini juga berarti Indonesia semakin dipandang sebelah mata dan semakin tak berwibawa di ASEAN."

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts