Varian DeltaCron: Satgas Tunggu WHO Umumkan Karakteristik Secara Resmi, Belum Terdeteksi di RI
iStock
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Belakangan muncul varian baru dari COVID-19 yakni DeltaCron. WHO sendiri disebut telah menerima laporan tentang varian rekombinasi dari varian Delta dengan Omicron tersebut.

WowKeren - Meski angka kasus COVID-19 di Indonesia mengalami tren penurunan, namun virus tersebut masih terus berevolusi. Seperti yang terjadi belakangan ini, disebut bahwa varian Delta dan Omicron memiliki varian turunan yakni DeltaCron.

Namun hingga kini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diketahui belum juga mengumumkan perkembangan karakteristik DeltaCron secara resmi. Hal ini pun masih ditunggu-tunggu oleh Satgas Penanganan COVID-19 di Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penaganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan bahwa selain karakteristik, penamaan resmi varian tersebut juga belum ditetapkan oleh WHO. "Meskipun WHO mambahasnya dalam pertemuan Technical Advisory Group on Virus Evolution atau grup penasihat teknis terkait evolusi virus yang dihadiri para pakar virus," ujar Wiku dalam keterangan resmi melalui laman covid.19.go.id, Rabu (16/3).

Sementara hasil pertemuan yang diadakan oleh WHO dengan para pakar virus di seluruh dunia, menyatakan bahwa dampak varian DeltaCron terhadap indikator epidemiologi maupun tingkat keparahan gejalanya belum bisa dipastikan. Wiku menuturkan bahwa dampak dari varian COVID-19 itu masih terus diteliti.



Wiku pun menegaskan sebaiknya tidak memberi ruang penularan, sehingga diharapkan bisa mencegah mutasi virus yang dapat melahirkan barian baru. Hal ini lantaran selama virus masih beredar apalagi dalam tingkap penularan yang tinggi, maka potensi mutasi virus juga semakin kuat.

"Dalam bermutasinya, ada berbagai mekanisme. Salah satunya dengan rekombinasi seperti pada varian yang dijelaskan. Rekombinasi virus ini bukanlah hal baru," jelas Wiku.

Maka dari itu, Wiku meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak khawatir pada DeltaCron dan tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, serta melengkapi dosis vaksinasi COVID-19, terlebih kini pemerintah tengah beradaptasi untuk menuju endemi.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa varian DeltaCron hingga saat ini belum masuk ke Indonesia. Meski demikian, pemerintah masih terus akan memantau.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menuturkan bahwa varian DeltaCron sendiri sudah terdeteksi di beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS), Belanda, Prancis, dan Denmark. Ia pun menegaskan bahwa vaksin COVID-19 jenis apapun yang saat ini digunakan masih efektif untuk mempertahankan diri dari virus.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts