Pendeta Saifudin yang Minta 300 Ayat Alquran Dihapus Tantang Mahfud MD Duel Carok
YouTube/Saifuddin Ibrahim
Nasional

Sebelumnya, Pendeta Saifudn Ibrahim meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk menghapus 300 ayat Alquran. Permintaan ini dilakukan lantaran menurutnya 300 ayat dalam kitab suci umat Islam itu dinilai mengajarkan paham radikal.

WowKeren - Nama Pendeta Saifudin Ibrahim belakangan ramai diperbincangkan usai ia meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk menghapus 300 ayat Alquran. Pasalnya, Saifudin menilai 300 ayat tersebut mengajarkan paham radikal.

Pernyataan pendeta tersebut lantas menuai kecaman dari banyak pihak. Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bahkan meminta kepada Polri untuk menyelidiki pendeta tersebut karena pernyataannya membuat gaduh dan menyulut amarah banyak orang.

Kekinian, Pendeta Saifudin justru menantang Mahfud untuk carok alias berkelahi dengan celurit. Tantangan tersebut disampaikannya melalui kanal YouTube Saifudin Ibrahim.

"Penelitian yang saya lakukan tidak bisa dilawan oleh siapapun. Apalagi oleh Pak Mahfud MD. Berani carok dengan saya, Ayo kita carok. Mati matilah. Halelluyah, Atau kita main catur berdua. Siapa yang kalah lompat ke jurang. Berani. Tidak ada urusannya Pak Mahfud," ujar Pendeta Saifudin dalam video yang diunggah Rabu (16/3) malam tersebut.

Pendeta Saifudin juga menanggapi komentar Mahfud tentang dirinya. Menurut Pendeta Saifudin, cara Mahfud menjawab pertanyaannya tentang menghapus 300 ayat Alquran tidak pantas.


"Bagaimana maksud Mahfud MD menyebut saya ini menista agama hukumannya 6 tahun. Jangankan 6 tahun, matipun saya siap," katanya. "Hukuman mati saya siap menjalaninya, asal kematian saya untuk membela minoritas, untuk membela gereja, agar Kristen ditonton di TV, sama seperti Islam di TV."

Pendeta Saifudin mengaku bahwa dirinya dulu bangga dengan Mahfud hingga Menko Polhukam tersebut mengomentari dirinya. Menurut Pendeta Saifudin, Mahfud sama sekali tidak memiliki hak untuk menanggapi pernyataannya.

"Saya memberikan kesempatan pada Menteri Agama. Gus Yaqut yang menjawab bukan Bapak," tukasnya. "Begitu Bapak menjawab turun derajat Bapak sebagai nasionalis, sebagai pendukung Presiden Jokowi. Saya pendukung Jokowi, saya pendukung NKRI."

Di sisi lain, Polri akan mendalami pernyataan kontroversial Pendeta Saifudin. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri nantinya akan melakukan pemeriksaan terhadap Pendeta Saifudin terkait video tersebut.

"Polri khususnya Dit Siber Bareskrim akan mendalam isi konten video tersebut," ujar Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, Rabu.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait