Rencana Menag Yaqut Gunakan Metaverse Untuk Program Manasik Haji
Instagram/gusyaqut
Nasional
Haji 2022

Selain untuk manasik haji, program metaverse disebutnya akan dimanfaatkan untuk mengajari jemaah cara menggunakan sarana dan prasarana lain selama menjalani ibadah umrah.

WowKeren - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berencana untuk membuat program manasik haji dengan menggunakan teknologi metaverse. Rencana ini diungkapkan Menag Yaqut di acara Rakernas Ditjen PHU Kementerian Agama.

"Memberikan pelayanan ke jemaah. Ini dikembangkan bukan hanya soal pendaftaran saja. Manasik itu kita laksanakan dengan cara apa tadi Pak Dirjen? Dengan cara-cara metaverse," ungkap Menag Yaqut, Kamis (17/3).

Rencana itu disebut sebagai upaya transformasi pelayanan digital di bidang haji dan umrah Kemenag ke depannya. Adapun program manasik dengan metaverse dinilai membuat para calon jemaah haji Indonesia seolah-olah hadir di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi meski hanya secara virtual.

"Kalau manasik yang konvensional kan cuma diceritain. Kita paksa para jemaah membayangkan. Nah kalau kita bisa beradaptasi dengan teknologi, Mereka bisa merasakan di sekeliling kakbah. Bagaimana sa'i, mereka rasakan sendiri," paparnya.


Selain untuk manasik haji, program metaverse disebutnya akan dimanfaatkan untuk mengajari jemaah cara menggunakan sarana dan prasarana lain selama menjalani ibadah umrah. Contohnya adalah cara menggunakan toilet di pesawat hingga memakai kunci hotel.

"Belum lagi gunakan kunci hotel. Ada jemaah haji gelap-gelapan di dalam hotel. Ada yang ngeluh kok lampunya mati. Ternyata kunci (kartunya) enggak dimasukkan dalam saklar itu. Ini banyak terjadi," ungkapnya. "Metaverse itu bisa jadi solusi. Masuk toilet. Cara flush. Pakai kursi kamar hotel. Bisa disiasati."

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan rencana peluncuran program metaverse yang bisa membuat umat muslim mengunjungi Ka'bah secara virtual. Terkait kabar tersebut, Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh menjelaskan bahwa kunjungan Ka'bah secara virtual tersebut bisa dilakukan untuk membantu calon jemaah haji atau umroh untuk melakukan manasik.

"Kunjungan virtual bisa dilakukan untuk mengenalkan sekaligus juga untuk persiapan, atau biasa disebut sebagai latihan manasik haji, sebagaimana latihan manasik di Asrama Haji Pondok Gede. Serta untuk explore secara faktual agar ada pengetahuan yang memadai sebelum pelaksanaan ibadah," jelas Asrorun Niam saat dimintai konfirmasi pada Selasa (8/2).

Namun MUI menegaskan bahwa ibadah Haji tidak bisa dilakukan secara virtual lewat Metaverse. Pasalnya, ibadah Haji sudah punya paten tata cara dan persyaratannya sendiri.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts