KRL Rute Jatinegara-Cakung Gangguan Listrik, Ini Curhat Penumpang yang 'Menyeberang' ke Kereta Lain
Nasional

Video di media sosial menunjukkan momen penumpang KRL berpindah kereta dengan bantuan petugas keamanan. Para penumpang 'menyeberang' dan berpindah kereta dengan menjadikan bangku panjang sebagai jembatan.

WowKeren - Perjalanan KRL di Jalur Jatinegara arah Cakung, Jawa Timur, sempat mengalami kendala pada Rabu (23/3) hari ini sekitar pukul 11.15 WIB. Perjalanan KRL terganggu karena kendala listrik aliran atas (LAA) di Stasiun Cakung hingga Stasiun Jatinegara.

Rangkaian KRL terpaksa berhenti di titik antara Stasiun Jatinegara dan Stasiun Klender. "KAI Commuter memohon maaf atas kendala operasional perjalanan KRL pada Lintas Jatinegara - Cakung sekitar pukul 11.15 WIB. Kendala operasional tersebut diakibatkan kendala Listrik Aliran Atas (LAA), di Stasiun Cakung - Stasiun Jatinegara," jelas VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangannya.

Video di media sosial menunjukkan momen penumpang KRL berpindah kereta dengan bantuan petugas keamanan. Para penumpang "menyeberang" dan berpindah kereta dengan menjadikan bangku panjang sebagai jembatan.

Adapun akun Instagram resmi KAI Commuter Line telah memberikan keterangan terkait video tersebut. Pihak KAI mengungkapkan bahwa petyugas telah menyelesaikan penanganan LAA pada pukul 12.29 WIB.

"Saat ini kedua jalur di lokasi sudah kembali dapat melayani perjalanan KRL, namun masih dalam proses mengurai antrean perjalanan kereta. Terima kasih," tulis akun resmi KAI Commuter Line.


Sementara itu, salah seorang penumpang KRL membagikan pengalamannya kala "terjebak" di dalam kereta tersebut. Menurut penumpang bernama Ocky Pradikha Riadi, kereta sebenarnya sudah hampir tiba di Stasiun Jatinegara, namun hujan deras tiba-tiba mengguyur dan kereta seketika berhenti.

"Awalnya kereta sudah hampir sampai di Stasiun Jatinegara. Dan ternyata di Jakarta hujan deras," ungkapnya dilansir detikcom. "Tiba-tiba kereta berhenti mendadak sebelum tiba di Jatinegara."

Ocky mengaku dirinya dan penumpang lain menunggu selama satu jam sebelum akhirnya dievakuasi. Mereka harus menunggu KRL yang mengarah ke Jakarta Kota.

"Kita menunggu hampir satu jam baru ada proses evakuasi," tuturnya. Ocky mengungkapkan bahwa proses evakuasi menggunakan kursi penumpang berwarna hijau sebagai pijakan agar mereka dapat menyeberang ke kereta sebelah.

Selama menunggu sebelum dievakuasi, Ocky mengaku situasianya sangat panas hingga banyak anak yang menangis. Sedangkan KRL baru yang menjadi tempat evakuasi sebenarnya telah dipenuhi oleh penumpang lain sehingga situasinya penuh sesak.

"Kalau pingsan enggak ada. Cuma di peron saya anak-anak pada nangis karena panas. Mau dibuka jendelanya tapi hujan deras," tukasnya. "KRL yang jadi tempat evakuasi penuh sesak. Tapi cuma sampai Manggarai saja. Setelahnya sudah aman."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait