Baik sopir ambulans maupun pengemudi Mercy sepakat untuk mengakhiri masalah tersebut secara kekeluargaan usai keduanya dipertemukan oleh Polres Kota Tangerang pada Rabu (23/3) hari ini.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 23 Maret 2022 - 17:05 WIB
WowKeren - Kasus mobil Mercedes Benz alias Mercy yang diduga menghalangi laju ambulans di Tol Tangerang-Merak berakhir damai. Baik sopir ambulans maupun sopir Mercy sepakat untuk mengakhiri masalah tersebut secara kekeluargaan usai keduanya dipertemukan oleh Polres Kota Tangerang pada Rabu (23/3) hari ini.
"Kedua pihak sudah dipertemukan kembali. Mereka menyadari permasalahan ini hanya salah paham dan diselesaikan secara kekeluargaan," ungkap Kapolres Kota Tangerang, Kombes Zain Dwi Nugroho.
Menurut Zain, sopir ambulans dan juga pengemudi Mercy mengaku tidak ada sedikit pun unsur kesengajaan untuk menabrak atau menghalangi jalur satu sama lain. Oleh sebab itu, Zain mengatakan bahwa kasus ini telah diselesaikan dengan cara restorative justice.
Sementara itu, pengemudi Mercy yang bernama Dwiyanto menyampaikan permintaan maafnya terkait insiden tersebut. Dwiyanto mengaku tidak memiliki niat untuk menghalangi laju ambulans.
"Saya juga minta maaf kepada publik akhirnya ini menjadi viral dan kita juga sudah saling memaafkan," katanya.
Menurut Dwiyanto, dirinya sudah mengetahui ada ambulans di belakangan mobilnya pada saat kejadian. Kala itu, Dwiyanto memilih untuk menancap gas dengan maksud hendak membukakan jalan untuk ambulans tanpa berniat untuk menghalang-halangi.
"Saya tidak ada niat sedikitpun untuk menghalang-halangi ambulans. Karena saya tahu ambulans mendapatkan prioritas," jelasnya.
Dalam video yang viral, mobil ambulans dan Mercy tersebut tampak sempat saling bersenggolan. Pengemudi Mercy tersebut juga mengikuti ambulans tersebut hingga ke rumah sakit.
Terkait tindakannya kala itu, Dwiyanto menjelaskan dirinya mengikuti ambulans hingga ke rumah sakit untuk memastikan apakah mobil tersebut benar-benar membawa pasien atau tidak. "Dan ternyata benar bawa pasien," akunya.
Oleh sebab itu, Dwiyanto menyadari kekhilafannya dan meminta maaf kepada sopir ambulans tersebut. "Perlu disampaikan bahwa ini ketidaksengajaan, kesalahpahaman yang diselesaikan secara kekeluargaan," ujarnya.
(wk/Bert)