Kabar duka datang dari dunia politik Amerika Serikat (AS). Menteri Luar Negeri (Menlu) perempuan pertama AS, Madeleine Albright telah meninggal dunia akibat kanker di usia 84 tahun.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 24 Maret 2022 - 09:06 WIB
WowKeren - Semasa menjabat sebagai Menlu AS, mendiang Madeleine Albright disebut telah mengatasi dilema menyakitkan yang disajikan bagi AS oleh pecahnya Yugoslavia dan bangkitnya oposisi Islam di Timur Tengah.
Sementara itu, Albright diketahui juga mengambil peran dalam pemerintahan Presiden AS Bill Clinton, namun pada saat itu ia tidak bisa mengambil tempat yang biasanya dianugerahkan kantor sebagai presiden ketiga berturut-turut. Hal ini dikarenakan Albright bukan "warga negara lahir alami" dari AS.
Sama halnya dengan Henry Kissinger dan Zbigniew Brzezinski yang menjabat sebagai Sekretaris Negara di pemerintahan Nixon dan Carter, yang menjadi pengungsi di Eropa. Albright pun menjabat sebagai Menlu AS bukan melalui bisnis atau politik, melainkan melalui latar belakang akademis dalam studi hubungan internasional.
Ayah dari Albright diketahui merupakan seorang diplomat. Pada awalnya, ayahnya, Josef Korbel, berlindung dari pemerintah komunis Cekoslowakia untuk menjadi profesor di Universitas Denver.
Saat Albright menjabat sebagai Menlu AS, ia mendapat pesan, di mana mengatakan kepadanya bahwa orangtuanya adalah Yahudi. Seorang jurnalis Washington Post pun mencari kebenaran hal tersebut, dan ia pun meyakini hal tersebut mungkin benar adanya. Hal itu lantas memicu respons beragam dari publik.
Kabar meninggalnya Albright ini lantas membuat para Pemimpin AS berduka. mantan Presiden AS George W. Bush menyampaikan duka mendalam atas kepergian dari Menlu perempuan pertama AS itu. Ia pun mengatakan bahwa Albright telah mewujudkan impian AS dan membantu orang lain untuk mewujudkannya.
"Sebagai seorang gadis muda di Cekoslowakia, dia melarikan diri dari Nazi, dan bertahun-tahun kemudian, dia melarikan diri dari Komunisme," ujar Bush dalam keterangannya, dikutip Kamis (23/3). "Ketika dia tiba di Amerika Serikat sebagai seorang gadis muda di kapal SS America pada tahun 1948, dia tidak pernah bermimpi bahwa dia akan menjadi Menteri Luar Negeri wanita pertama di negara kita."
Bush pun mengatakan saat Albright menjabat sebagai Menlu AS, ia menjalankan segala tugasnya dengan terhormat, terlebih sebagai Menlu AS kelahiran asing yang mengerti secara langsung pentingnya tugas yang diemban.
Kemudian ucapan duka juga datang dari Presiden AS saat ini Joe Biden yang menyebut Albright merupakan kekuatan untuk kebaikan, keanggunan, kesopanan, dan kebebasan. Biden bahkan menyebut tangan Albright telah membuat sejarah di AS.
Lalu pesan duka juga datang dari Wakil Presiden AS Kamala Harris yang menyebut dunia kehilangan seorang pemimpin yang dicintai. Ia juga mengatakan Albright telah memberikan banyak kehidupan bagi dunia. Tak lupa, Harris juga menyebut Albright sebagai mentor sekaligus teman yang dicintainya.
Pesan duka pun disampaikan oleh mantan Presiden AS Barack Obama. Obama menyebut Albright merupakan wanita pertama yang menjabat sebagai diplomat top Amerika, khususnya dalam nilai-nilai demokrasi. Ia dan keluarganya menyebut Albright seorang wanita yang benar-benar luar biasa.
Pernyataan duka selanjutnya juga disampaikan oleh mantan Presiden AS Bill Clinton dan istrinya, Hillary Clinton. Hillary menyampaikan bahwa ia dan suaminya, Bill terima kasih kepada Albright atas persahabatan dan nasihat bijak yang kerap kali diberikan. Mereka bahkan menyebut banyak orang di dunia yang menjalani kehidupan lebih baik berkat Albright.
(wk/tiar)