Formula E Disebut Tak Mampu Tutup Modal Tahun Pertama, Wagub DKI Samakan Dengan MotoGP Mandalika
Nasional
Kontroversi Formula E

Gelaran Formula E Jakarta sudah ada di depan mata, pihak penyelenggara pun tampak terus fokus menyelesaikan sirkuit balap di kawasan Ancol. Namun beredar isu Formula E tidak bisa menutup modal penyelenggaraan di tahun pertama.

WowKeren - Panitia penyelenggara hingga saat ini tampaknya masih fokus untuk menyelesaikan proyek pembangunan arena balap mobil listrik Formula E yang rencananya akan digelar pada Juni 2022 mendatang di kawasan Ancol.

Sementara itu, belakangan beredar kabar bahwa Formula E tidak mampu menutup modal pada tahun pertama. Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menilai bahwa penyelenggaraan Formula E itu sama dengan gelaran MotoGP Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Seperti event kemarin (MotoGP) Mandalika dan lain-lain, itu tidak bisa di tahun pertama menutup semua cost yang ada, dia perlu waktu," ujar Ariza dalam keterangannya, Minggu (27/3).

Lebih lanjut, Ariza mengatakan bahwa modal akan kembali dan keuntungan bergerak ke angka positif setelah beberapa kali gelaran. Selain itu, ia juga menyebut bahwa semua modal bisnis akan sama, di awal tidak mungkin bisa meraih untung besar, dan kebanyakan merugi di awal.



Meski demikian, kata Ariza, dengan seiring berjalannya waktu, Formula E dipercaya akan menggerakkan ekonomi dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari modal yang sudah digelontorkan. "Dia ada hitungannya tapi kan kelanjutannya positif ke depan, kan ada cashflow-nya," imbuhnya.

Di samping itu, panitia pelaksana Formula E Jakarta hingga saat ini diketahui terus bergegas untuk menyelesaikan sirkuit di Ancol. Saat ini, proyek pembangunan sirkuit Formula E yang dilaksanakan di kawasan Ancol bagian timur per 25 Maret 2022 lalu, diklaim sudah mencapai 87,9 persen.

Sebelumnya, saat Ancol resmi diumumkan sebagai lokasi sirkuit Formula E pada 22 Desember 2021 lalu, banyak pihak yang meragukan sirkuit tersebut bisa selesai dibuat tepat waktu. Pasalnya, lokasi sirkuit bukan lah tempat yang padat, melainkan tanah berlumpur yang dulunya dikenal sebagai lokasi pembuangan sisa material galian proyek pembangunan DKI Jakarta, salah satunya adalah tanah galian MRT.

Namun kini aspal tampak berwarna gelap mendominasi, tidak ada lagi tanah berlumpur yang tiga bulan lalu masih terlihat mendominasi. Pengaspalan di lokasi pun terus dilakukan untuk lapis kedua agar bisa segera dilakukan uji kelayakan oleh Formula E Operation (FEO) sebagai pihak penyelenggara.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts