Target Penonton Formula E Merosot Jadi 10 Ribu Hingga Tuai Kritik, Ini Kata Wagub DKI
AFP
Nasional
Kontroversi Formula E

Menurunnya target penonton Formula E ke angka 10 ribu dikritik oleh Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta. Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak, bahkan menyebut hal itu sangat memalukan.

WowKeren - Target penonton langsung ajang balap mobil listrik Formula E di Jakarta turun drastis dari yang awalnya 50 ribu menjadi hanya 10 ribu. Menurut Komite Pelaksana Formula E Irawan Sucahyono, angka tersebut bisa bertambah sesuai perkembangan yang ada dan hasil peninjauan tim Formula E Operations.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria lantas buka suara soal penyusutan target penonton langsung Formula E tersebut. Menurut Riza, meski jumlah penonton berkurang bukan berarti nilai dari penyelenggaraan acara tersebut turut berkurang.

"Mungkin berkurang dari segi jumlah orang (yang menonton), tapi dari segi nilai belum tentu. Tergantung berapa harga (tiket)nya," tutur Riza.

Lebih lanjut, Riza mengakui bahwa Formula E Jakarta tidak bisa menutup modal penyelenggaraan di tahun pertamanya. Menurutnya, modal akan kembali dan keuntungan bergerak ke angka positif usai beberapa kali penyelenggaraan.


"Dia ada hitungannya tapi kan kelanjutannya positif ke depan, kan ada cashflow-nya. Jadi Formula E ataupun Mandalika dan event-event lainnya tidak mungkin di tahun pertama bisa berlangsung untung," paparnya.

Di sisi lain, menurunnya target penonton Formula E ke angka 10 ribu dikritik oleh Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta. Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak, bahkan menyebut hal itu sangat memalukan.

"Target penonton sejumlah 10 ribu sangat memalukan untuk kehebohan dan biaya yang luar biasa besar dikeluarkan untuk Formula E," papar Gilbert, Senin (28/3). "Jumlah pengeluaran yang dihitung dengan commitment fee Rp 560 M dan pembangunan trek Rp 150 M tentunya sangat mencengangkan, sebuah sirkuit dengan penonton hanya 10 ribu, perlu biaya Rp 710 M dan target pemasukan dari tiket maksimal Rp 10 M."

Gilbert turut menyayangkan soal pernyataan tribun penonton masih menunggu keputusan FEO selaku penyelenggara Formula E. Selain itu, Gilbert juga menyoroti Riza yang membandingkan Formula E dengan MotoGP Mandalika.

"Jumlah kerugian Rp 700M tidak masuk akal, apalagi dengan penjelasan Wagub yang membandingkan ke GP Motor Mandalika, sesuatu yang sudah dilakukan (post factum), sedangkan Formula E masih rencana (ante factum)," tukasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait