Menteri Kesehatan bakal ikut turun tangan dalam persoalan pemecatan dokter Terawan oleh IDI. Menkes menyebut pihaknya akan membantu IDI dan Terawan melakukan mediasi.
- Amelia Nur Fatimah
- Senin, 28 Maret 2022 - 17:21 WIB
WowKeren - Keputusan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) untuk memecat Terawan Agus Putranto sebagai anggota memicu pro kontra dari berbagai pihak. Tak sedikit yang memprotes keputusan IDI tersebut. Melihat polemik tersebut, Kemenkes pun ikut memberikan respons.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan pihaknya akan membantu mediasi antara pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan Terawan Agus Putranto menyusul polemik pemecatannya. Menkes ingin situasi kembali menjadi kondusif.
"Kemenkes akan memulai dan membantu proses mediasi antara IDI dan anggota-anggotanya agar komunikasinya baik, sehingga situasi terbangun kondusif," kata dia, dalam konferensi pers pada Senin (28/3).
Untuk saat ini, Budi mengaku tengah mengamati dinamika dan perdebatan antara IDI dan Terawan baru-baru ini. Budi juga mengaku turut memahami bahwa masing-masing organisasi memiliki aturannya tersendiri. Sama halnya dengan IDI yang diamanahkan oleh UU tentang Praktek Kedokteran untuk melakukan pengawasan terhadap para anggotanya.
Meski demikian, Budi menilai Indonesia saat ini memerlukan seluruh daya dan pikiran untuk mencari solusi agar pandemi virus Corona bisa teratasi. Budi menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama IDI dan para anggotanya, termasuk Terawan.
"Saya harap agar diskusi dan komunikasi dan antara IDI dan seluruh anggotanya terjalin baik. Masih banyak pekerjaan rumah harus kita selesaikan bersama pasca-pandemi ini," kata Budi.
"Kami percaya bahwa masih banyak PR yang membutuhkan waktu dan tenaga kita agar membangun masyarakat Indonesia yang sehat," lanjutnya.
Seperti yang sudah diketahui, Terawan dipecat sebagai anggota IDI dalam Muktamar ke-31 IDI di Banda Aceh. Hasil rapat Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI dalam muktamar itu antara lain memutuskan pertama, meneruskan hasil keputusan rapat sidang khusus MKEK yang memutuskan pemberhentian secara permanen kepada Terawan.
Sebelumnya, Terawan juga sudah buka suara mengenai kabar pemecatannya tersebut. Mantan Menteri Kesehatan Indonesia itu mengimbau kepada teman-teman sejawatnya dan yang lain agar bisa menahan diri untuk tidak menimbulkan kekisruhan publik.
(wk/amel)