Adapun aturan ini diterapkan ketika perbatasan antara kedua negara telah dibuka kembali. Pada Minggu (3/4), total ada 55 kendaraan yang ditolak masuk di pos pemeriksaan darat.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 05 April 2022 - 08:51 WIB
WowKeren - Kendaraan asal Singapura yang masuk ke Malaysia harus mematuhi aturan terkait isi tangki bensin. Sebelum memasuki wilayah Malaysia, mobil asal Singapura harus mengisi tangki bensinnya minimal tiga perempat bagian.
Adapun aturan ini diterapkan ketika perbatasan antara kedua negara telah dibuka kembali. Pada Minggu (3/4), total ada 55 kendaraan yang ditolak masuk di pos pemeriksaan darat pada pukul 8 malam, sebagaimana dilaporkan CNA. Menurut Bea Cukai Singapura, pengemudi yang tidak memenuhi aturan dapat dikeluarkan dengan membayar denda, atau dituntut di pengadilan.
Hukuman yang lebih ringan adalah bagi pengemudi untuk memutar balik di pos pemeriksaan darat jika mereka ketahuan melakukan pelanggaran. Selain itu, jika pengukur bahan bakar kendaraan dirusak, pengemudi dapat dituntut di pengadilan karena mengubah peralatan pengukur bahan bakar secara ilegal.
Aturan tiga perempat tangki adalah untuk membatasi jumlah bahan bakar yang dapat dimuat kendaraan Singapura di Malaysia. Secara terpisah, Shin Min Daily News melaporkan bahwa sekitar 500 mobil yang terdaftar di Singapura muncul hanya di satu kios bensin populer di Johor Bahru dalam sehari pada 2 April untuk mengisi bensin.
Sementara itu, Kementerian Perdagangan Domestik dan Urusan Konsumen Malaysia telah menghentikan penjualan bensin bersubsidi ke kendaraan asing. Langkah itu dilakukan setelah gambar viral seorang pria mengisi bahan bakar kendaraan yang terdaftar di Singapura dengan bensin RON95.
Menteri TS Alexander Nanta Linggi telah memerintahkan penyelidikan terhadap gambar dan pemantauan yang lebih agresif untuk dilakukan di semua pom bensin. Dia juga memerintahkan perusahaan bensin dan operator pom bensin di Johor untuk melarang penjualan bahan bakar RON95 untuk kendaraan asing.
"Kegiatan penertiban yang lebih agresif juga akan dilakukan dengan peluncuran Ops Pantau 2022 pada Senin," katanya. "Selain memastikan pasokan barang yang memadai dan dijual dengan harga yang wajar, Ops Pantau 2022 juga untuk memastikan kepatuhan yang tinggi oleh para pedagang menyusul pembukaan kembali penuh sektor ekonomi dan gerbang perbatasan negara mulai 1 April."
(wk/zodi)